all about Architecture, Urban design, Social Life and many more

all about Architecture, Urban design, Social Life and many more
Taman Sari Picture

Rabu, 01 Januari 2014

Manusia harus bisa mengelola sampah, Maka Ia bisa mengelola Gaya Hidupnya

Sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktifitas manusia. Setiap aktivitas manusia pasti menghasilkan buangan atau sampah. Jumlah atau volume sampah sebanding dengan tingkat konsumsi manusia terhadap barang/material yang digunakan sehari-hari. Demikian juga dengan jenis sampah, sangat tergantung dari jenis material yang dikonsumsi. Oleh karena itu pegelolaan sampah tidak bisa lepas juga dari ‘pengelolaan’ gaya hidup masyarakat yang ada di lingkungan sekitarnya.       Pada umumnya, sebagian besar sampah yang dihasilkan di Indonesia merupakan sampah basah, yaitu mencakup 60-70% dari total volume sampah. Oleh karena itu pengelolaan sampah yang ter-desentralisisasi sangat membantu dalam meminimalisir sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir. Pada prinsipnya pengelolaan sampah haruslah dilakukan sedekat mungkin dengan sumbernya. Selama ini pengleolaan persampahan, terutama di perkotaan, tidak berjalan dengan efisien dan efektif karena pengelolaan sapah bersifat terpusat. Misanya saja, seluruh sampah dari kota Jakarta harus dibuang di Tempat Pembuangan Akhir di daerah Bantar Gebang Bekasi. Dapat dibayangkan berapa ongkos yang harus dikeluarkan untuk ini. Belum lagi, sampah yang dibuang masih tercampur antara sampah basah dan sampah kering. Padahal, dengan mengelola sampah besar di tingkat lingkungan terkecil, seperti RT atau RW, dengan membuatnya menjadi kompos maka paling tidak volume sampah dapat diturunkan/dikurangi.      Sampah yang dibuang harus dipilah, sehingga tiap bagian dapat dikomposkan atau didaur-ulang secara optimal, daripada dibuang ke sistem pembuangan limbah yang tercampur seperti yang ada saat ini. Dan industri-industri harus mendesain ulang produk-produk mereka untuk memudahkan proses daur-ulang produk tersebut. Prinsip ini berlaku untuk semua jenis dan alur sampah. Pembuangan sampah yang tercampur merusak dan mengurangi nilai dari material yang mungkin masih bisa dimanfaatkan lagi. Bahan-bahan organik dapat mengkontaminasi/ mencemari bahan-bahan yang mungkin masih bisa di daur-ulang dan racun dapat menghancurkan kegunaan dari keduanya. Sebagai tambahan, suatu porsi peningkatan alur limbah yang berasal dari produk-produk sintetis dan produk-produk yang tidak dirancang untuk mudah didaur-ulang; perlu dirancang ulang agar sesuai dengan sistem daur-ulang atau tahapan penghapusan penggunaan.       Program-program sampah kota harus disesuaikan dengan kondisi setempat agar berhasil, dan tidak mungkin dibuat sama dengan kota lainnya. Terutama program-program di negara-negara berkembang seharusnya tidak begitu saja mengikuti pola program yang telah berhasil dilakukan di negara-negara maju, mengingat perbedaan kondisi-kondisi fisik, ekonomi, hukum dan budaya. Khususnya sektor informal (tukang sampah atau pemulung) merupakan suatu komponen penting dalam sistem penanganan sampah yang ada saat ini, dan peningkatan kinerja mereka harus menjadi komponen utama dalam sistem penanganan sampah di negara berkembang.

PONDASI

PONDASI merupakan bagian bangunan yang menghubungkan bangunan/gedung dengan tanah. Fungsi dari pondasi adalah untuk meneruskan beban-beban bangunan agar stabil terhadap berat bangunan itu sendiri, beban berguna dan gaya-gaya luar. Gaya luar disini yang dimaksud adalah faktor angin, faktor gempa, beban termis dan sebagainya.

Macam-macam kemungkinan pondasi >< kondisi tanah :
A. Lapisan tanah kering
Ciri :
-  Tidak dapat dipengaruhi oleh air hujan, air dalam tanah sedikit/letaknya dalam
-  Bisa digunakan pondasi jalur, pondasi umpak, tiang pancang --> bila kekokohan landasan memungkinkan
-  Bila tidak digunakan pondasi pelat beton bertulang, atau tiang pancang beton bertulang

B. Lapisan tanah basah
Ciri :
- Dapat dipengaruhi oleh air hujan/air tanah atau landasan tanah berada di bawah permukaan air tanah
- Dapat digunakan pondasi pelat beton bertulang, dan tiang pancang beton bertulang

C. Lapisan tanah di dalam air
Ciri :
- Dapat menggunakan dinding penahan, tiang pancang

Macam/Jenis Pondasi
Penentu utama pemilihan jenis Pondasi adalah :
- Lapisan tanah (dengan karakter-karakternya)
- Beban (bangunan) serta teknologi

Lapisan tanah tergantung dari jenis ukuran butiran sebagai faktor kekuatan
Berikut macam-macam ukuran butiran tanah yang termasuk golongan Granular (Butiran Kasar) :
1. Boulders berukuran  > 60 mm
2. Gravel  2- 60 mm
3. Coarse Sand 0,6 mm - 2 mm
4. Medium Sand 0,2 mm - 0,6 mm
5. Find Sand 60 mikro m - 0,2 mikro m
Sedangkan ukuran butiran tanah yang termasuk dalam golongan Cohensive (halus/lunak), yaitu :
- Silt 2 mikro m - 60 mikro m
- Clay < 2 mikro m

Bahan PONDASI
1. Bata
- Kurang ideal --> lunak dan berpori
- Digunakan untuk pembebanan yang ringan
- Tidak digunakan pada lapisan tanah yang berair

2. Batu Kali
- Cukup baik, asal tata cara penyusunan batu benar, kompak, dan tidak berongga
- Kekokohan landasan dapat agak lunak s.d sedang tergantung dari besar beban bangunan

3. Beton (Tidak  Bertulang)
- Cukup baik
- Hanya dapat menahan beban tekan
- Kekokohan landasan dapat agak lunak s.d sedang tergantung dari besar beban bangunan

4. Beton Bertulang
- Sangat ideal digunakan, bahan padat, kompak dan kedap air
- Dapat menahan beban tarik

Pemilihan Bentuk Pondasi
Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam pemilihan bentuk  pondasi, a.l :
- keadaan tanah pondasi
- batasan-batasan akibat konstruksi diatasnya
- batasan-batasan dari lingkungan sekelilingnya
- waktu dan biaya pekerjaan

PONDASI  terdiri dari jenis :
PONDASI LANGSUNG, a.l :
- Pondasi dari bata
- Pondasi dari batu kali
- Pondasi dari beton bertulang (Pondasi Pias, Pondasi Plat Kaki, dan Pondasi Balok Sloof)

PONDASI TIDAK LANGSUNG, A.L :
- Pondasi Umpak
- Gabungan Pondasi plat kaki dan umpak
- Pondasi Sumuran
- Pondasi Tiang Strauss
- Pondasi Bored Pile
- Pondasi Tiang Pancang (Pondasi di atas tiang pancang dan pondasi tiang pancang)


Konstruksi Bangunan Industri

I. Sejarah Bangunan Industri

A. Bangunan Industri dari masa Revolusi Industri sampai masa sebelum perang
contoh :
- Bangunan Pabrik Tekstil, 1826, Britania Raya
- Kilang Minyak Fairbairn, 1845, Britania Raya
- Bangunan Old, Larkin, 1837, New York

B. Bangunan Industri setelah masa perang di Germany
a. Beberapa event penting dalam perkembangan bangunan industri di Germany yang berpengaruh di dunia, antara lain :
- Pembangunan bangunan industri pengawet bahan makanan oleh Keluarga Krupp tahun 1870
- Pabrik fakus dan turbinalle di Berlin yang dibangun pada masa pergerakan modern telah memberi kontribusi vital bagi konsepsi arsitektural dari bangunan industri
b. Bangunan industri di Germany memiliki kualitas fungsional dan analitis yang tinggi
c. Sudah mulai di sadari bahwa struktur tradisional tidak bisa memenuhi kebutuhan struktural bangunan industri. Perkembangan bangunan industri menyediakan kesempatan unik untuk eksploitasi teknis, dan pada saat yang bersamaan pula mengembangkan teknologi.
d. Berusaha mengembangkan antara teknis dan estetis, fungsi dan arsitektural
e. Penggunaan material yang beraneka ragam
f. Adanya pemisahan antara rangka dan pelingkup supaya struktur fleksibel dan mudah di eksplorasikan
g. Kebanyakan material laca dalam bentuk glass brick untuk tembok, glass fiber untuk langit-langit dan kaca jendela

II. TINJAUAN UMUM BANGUNAN INDUSTRI

A. Bangunan dengan tinjauan umum/khusus
Pertimbangan pemakaian bangunan dengan tujuan umum atau dengan banyak tujuan harus mempertimbangkan :
- Biaya awal (anggaran biaya bangunan)
- Kemungkinan penjualan demi keuntungan, lokasi yang lebih baik dan penutup bangunan
- Sering terjadinya perubahan produk, material,mesin dan peralatan, serta metode/cara.
- Kecepatan pembangunan

B. Rancangan Satu Lantai VS Rancangan Banyak Lantai
Pertimbangan penggunaan konstruksi satu lantai termasuk basement dan balkon dengan kondisi sebagai berikut :
- Produknya besar dan berat
- Beban peralatan menyebabkan beban lantai tinggi
- kebutuhan akan ruang yang besar tanpa halangan
- Harga tanah murah
- Ketersediaan lahan untuk kemungkinan perluasan area industri
- Produk tidak teradaptasi dengan gaya berat
- Pembatasan waktu pembangunan
- Perubahan-perubahan layout bangunan yang sering terjadi dapat diantisipasi dengan baik
Bangunan industri yang paling ekonomis saat ini adalah mungkin bangunan dengan konstruksi 1 1/2 lantai termasuk basement dan balkon

Minggu, 12 Mei 2013

Fenomena Bangunan Properti yang marak di Jakarta


Jika Anda melihat tayangan properti yang marak di salah satu Televisi swasta, tentu Anda berpikir bagaimana bisa Lokasi Properti di Jakarta yang berada di kawasan Banjir tetap laku dan laris manis terjual? Bahkan pembelinya pun harus antri dengan nomor antrian yang sudah disediakan oleh pihak properti tersebut.  Bahkan iming-iming yang paling sering adalah, beli sekarang besok harga naik atau dengan gratis produk barang A, B dan C. Ini membuat para konsumen ketakutan dan berpikir untuk langsung membeli properti tersebut. Prospek investasi adalah salah satu alasan para konsumen untuk membeli. Hal ini dipengaruhi oleh faktor ekonomi global yang akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi setiap tahunnya. Kinerja Jakarta dari tahun per tahun semakin bagus. Tren properti yang lain adalah kedekatan akses lokasi  tempat tinggal dengan lokasi perkantoran. Disaat jam-jam sibuk/peak hour di kota Jakarta ini, tentu warga yang bermukim dan bekerja di Jakarta menginginkan lokasi tempat tinggal yang sangat strategis. Hal ini  dibarengi dengan faktor-faktor yang melatar belakangi di atas.
Untuk tahun 2013 ini, Jakarta menduduki peringkat pertama dengan nilai prospek 6,10 (predikat bagus yang disebutkan oleh Urban Land Institute), setelah Shanghai, Singapore, Sydney dan Kuala Lumpur. Mengingat pada tahun 2012 yang lalu, Singapura menduduki peringkat pertama. Tren tahun ini Jakarta adalah Kota Utama dan Kota dengan Predikat Bagus. Harga CBD sekitar Sudirman, Thamrin, dan Kuningan sekitar 60-70 juta/m2. Kecenderungan pembangunan investasi bangunan tinggi di Jakarta, masih terfokus CBD pada Sudirman dan Pluit, meskipun banjir, harga Properti tetap naik. Wilayah CBD adalah wilayah segitiga emas, yang mana kawasan tersebut sangat marak dengan bangunan-bangunan elit, mewah dan hanya bisa dibeli oleh kalangan menengah atas.
Jika setiap 1 minggu selalu ada bangunan tinggi baru yang berdiri, apabila 1 tahun ada 85 minggu, maka akan terjawab bahwa selama 1 tahun ini Kota Jakarta memiliki 85 Bangunan Tinggi Baru yang lebih dari 10 lantai ke atas. Bangunan tinggi yang tren ini tidak hanya Apartemen saja, akan tetapi bangunan Mall, Kondominium, Perkantoran, di wilayah Bekasi dan Bogor. Ini dikarenakan dekat dengan lokasi pintu masuk Tol. 
Bagaimana dengan tren Properti 2014 mendatang ya?? Apakah Jakarta akan tetap menduduki peringkat pertama seperti tahun ini? Kita lihat saja nanti perkembangan ekonomi global dan perputaran uang/saham asing yang akan di tanam oleh pihak asing, apakah di Indonesia atau di negara lain?!

Rabu, 17 April 2013

Hubungan Sesama Manusia

Apa yang saya tuliskan di sini secara garis besar, hanya pengalaman kecil saya dalam memahami orang-orang disekeliling saya. Ini adalah kebetulan dari suatu perkenalan saya dengan orang-orang dikereta api, melihat perilaku orang saat bertemu yang terkadang membuat kita berpikir, merenung dan memperbaiki pola pikir kita terhadap sikap kita selama ini.
Berbagi pengalaman hidup dengan sesama adalah Pembelajaran yang Luar Biasa hebat. Betapa tidak? Setiap manusia satu dengan manusia yang lain pun memiliki pengalaman yang berbeda. Saya pribadi, senang dengan cara pembelajaran yang satu ini, saling berbagi cerita, penuh kesan-kesan yang terkadang membuat saya takjub dan belajar untuk memperbaiki diri lagi dan lagi. Karena setiap manusia tidak pernah bisa luput dari tiap kesalahan-kesalahan yang manusia perbuat.
Tuhan menciptakan manusia berbeda, baik dari jasmani maupun rohani. Manusia tidak pernah mengetahui apa rencana Tuhan dibalik semua ini. Manusia hanya bisa berusaha dan berdoa dalam berjuang untuk hidup di zaman ini. Dengan berbekal sedikit keyakinan dan banyaknya sikap optimisme, membuat manusia tidak pernah berhenti mengarungi samudera cobaanNya, namun Tuhan tidak pernah lepas dari HambaNya yang selalu berdoa, berusaha dan bekerja keras. 
" Baik = Baik "

Thank You Allah SWT ..

Minggu, 07 April 2013

JEJAK KARBON


Pengabaian aturan ber-Arsitektur yang baik dan benar.

Aturan diabaikan
Dampak pada Lingkungan
Dampak pada manusia dan konsekuensi Energi + Jejak Karbon
PEMBANGUNAN TAK TERKENDALI
-        Kesemrawutan visual
-          - Penurunan produktivitas kerja
       -     Diabaikannya KLB
-        Berkurangnya ruang terbuka dan tumbuhan
-          - Penurunan kualitas kehidupan manusia (kesehatan fisik dan psikis)
      -     Diabaikannya KDB
-        Tak bermanfaatnya potensi alam (udara alami dan cahaya alami)
-          - Kenaikan biaya energi untuk mengkoreksi ketidaknyamanan
      -    Diabaikannya cara merancang bangunan yang baik dan benar
-       Kenaikan kebisingan
-          - Ketidaknyamanan lingkungan secara fisik (thermal, visual dan akustik) serta secara sosial
     -     Diabaikannya cara merancang environmental bangunan yang  benar
-       Turunnya air tanah


  -     Kenaikan konsentrasi polutan udara

     Maka diperlukan strategi-strategi baik dalam skala bangunan rumah maupun skala lingkungan, desa dan kota.

Sabtu, 06 April 2013

Future Toilet, sebagai bagian dari kebutuhan atau kecanggihan ?

Di zaman sekarang ini, teknologi sudah begitu berkembang dengan sangat hebat, terutama teknologi komputer. Sebagai contohnya robot, yang merupakan komputer, dapat berdialog dan bahkan melakukan pekerjaan-pekerjaan manusia sama seperti halnya manusia yang melakukan pekerjaan tersebut. Semua perkembangan tersebut, pada dasarnya menggunakan AI (artificial intelligent) sebagai otaknya, sebut saja fuzzy logic, genetic algorithm, bayesian network, dan juga neural network yang ditanam di dalam mikroprosessor sehingga perangkat keras atau alat-alat yang diciptakan dapat bekerja seperti bagaimana manusia bekerja. Sekarang ini komputer memang sudah sangat pandai dalam menghitung atau menjalankan proses numerik. Kehebatan lainnya yaitu komputer dapat menjalankan  suatu perintah secara  berulang-ulang dengan cepat dan tanpa  melakukan kesalahan. Namun keunggulan komputer yang seperti itu belum dapat dikatakan sebagai komputer yang ‘cerdas’ karena hanya melakukan set-set perintah yang diberikan oleh  programmer saja. Dengan menggunakan teknik-teknik AI, komputer diharapkan dapat mengerti hal yang dilakukan, sama seperti manusia, dan tidak hanya sekedar menjalankan set-set perintah statik saja.

Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence  didefinisikan sebagai kecerdasan  yang ditunjukkan oleh suatu entitas buatan. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Kecerdasan buatan ini merupakan cabang dari ilmu komputer yang concerned  dengan pengotomatisasi tingkah laku cerdas (Anita Desiani dan Muhammad Arhami, 2006). Namun seiring dengan perkembangan jaman, maka peran komputer semakin mendominasi kehidupan umat manusia. Komputer tidak lagi hanya digunakan sebagai  alat hitung, lebih dari itu, komputer diharapkan untuk dapat diberdayakan untuk mengerjakan segala sesuatu yang bisa dikerjakan oleh manusia. 

Menurut Ketua Asosiasi Toilet Indonesia, Naning Adiwoso, ada tiga hal yang perlu diperhatikan dari sebuah toilet. Semuanya berawal dari desain. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika mendesain toilet di rumah. Ukuran minimal toilet rumah, yaitu 1,2 meter x 2 meter. Pintu kamar mandi harus bisa dibuka penuh. Hindari membuka pintu terbentur bak atau ember sehingga tidak leluasa bergerak.
Toilet pun harus memiliki ventilasi sehingga udara tak terperangkap di dalam toilet. Ventilasi harus diarahkan dari toilet ke luar ke ruangan, bukan ke dalam ruangan lain. Bila toilet berada di bagian tengah rumah, banyak orang memasang exhaust fan untuk mengeluarkan udara di dalam toilet. Di pasaran ada toilet duduk dan jongkok. Pilihan ini disesuaikan dengan kebiasaan si pemakai. Toilet jongkok lebih baik karena lebih bebas. Namun, ada juga yang lebih nyaman menggunakan toilet duduk.
Saat ini, toilet diharapkan dapat memberikan kenyamanan maupun fasilitas tambahan lainnya yang dapat menunjang pekerjaan konsumen/pemakai sehingga lebih mudah, efisien dan praktis dalam mendapatkan informasi yang berkualitas tinggi. 
      Sumber analisa data riset dari Kuliah KBA, Pascasarjana UAJY, Januari 2012.


Sick Building Syndrome

Sick Building Syndrome atau biasa disingkat dengan SBS ini adalah semacam kondisi gangguan yang dialami oleh penghuni bangunan/gedung akibat buruknya ventilasi dan adanya kontaminasi polutan di udara dalam bangunan tersebut. 
Biasanya gejala SBS yang diderita oleh penghuni antara lain :
  1. sakit kepala
  2. alergi
  3. batuk kering
  4. gatal-gatal
  5. dan sebagainya
Gejala SBS bisa dialami oleh penghuni bangunan yang tinggal di rumah, penghuni rumah pun bisa terkena gejala yang satu ini. Kegiatan-kegiatan yang biasanya dilakukan oleh aktivitas manusia di dalam rumah kebanyakan ada di area dapur dan ruang kerja pribadi. Bisa juga akibat dari kondisi area dapur yang tidak baik, atau bahkan kurangnya ventilasi pun bisa menyebabkan SBS.

PENTINGNYA MENGETAHUI ETIKA BISNIS KONSTRUKSI


Siapa yang  tidak mengenal sebuah bisnis konstruksi? Ini adalah bisnis yang ada hubungannya dengan bidang ilmu teknik konstruksi, teknologi, sains, dan industri konstruksi. Adanya moral dan etika menjadikan bisnis ini patuh pada kedua hal tersebut. 
Foto koleksi Penulis Blog

Pengertian Etika dan Moral
Etika, berasal dari bahasa Yunani, “etos”, yang memiliki arti adat, suatu kebiasaan, suatu sikap atau cara berpikir seseorang. Kata Etika ini dipelopori seorang Aristhotheles pada tahun 384-322SM. Ia memakai kata Etika sebagai salah satu cara untuk menunjuk sebuah filsafat moral. Etika digunakan manusia untuk menentukan bagaimana suatu perilaku manusia dalam menjalani hidup. Apakah etika berbeda dengan etiket? Ya. Etiket berasal dari bahasa Perancis, “etiquette”, yang memiliki arti suatu undangan. Yang memiliki maksud suatu kumpulan cara hidup yang baik.
Lalu bagaimana dengan Moral? Moral yang berasal dari bahasa latin , “mores”, yang memiliki arti sila atau pengaturan hidup. Moral ini memuat suatu pandangan-pandangan tentang nilai dan norma yang ada di sekelompok masyarakat. Moral berasal dari ajaran agama, adat istiadat atau suatu paham ideologi. Pentingnya moralitas di masyarakat memberikan manusia aturan/petunjuk bagaimana manusia bertindak dan menghindari sesuatu yang buruk.

Teori Etika
Etika pun memiliki suatu tujuan, dikatakan sebagai suatu tindakan yang dinilai baik jika tujuan yang dicapainya dengan hasil yang baik. Ada 2 aliran etika, yaitu Egoisme dan Utilitarianisme.
Egoisme sendiri dipandang sebagai tindakan seseorang yang bertujuan untuk mengejar kepentingan dan memajukan dirinya sendiri.
Lalu Utilitarianisme, dikatakan sebagai suatu tindakan seseorang yang  didasarkan pada tujuan dan akibat dari tindakan itu sendiri bagi kalangan masyarakat disekitarnya.

Pengertian Etika Bisnis Konstruksi
Etika bisnis konstruksi termasuk dalam etika bidang khusus/terapan. Karena berkaitan dengan bidang profesi dunia di bisnis konstruksi. Etika bisnis ini adalah salah satu studi yang memiliki sangkut paut permasalahan dan suatu keputusan moral yang dihadapi oleh suatu individu/organisasi perusahaan yang terlibat di  dalam bisnis/industri konstruksi.  Dalam etika bisnis konstruksi lebih banyak mempelajari tentang teori-teori etika, karena teori yang satu ini memiliki alasan-alasan yang berkaitan dengan kepercayaan dan tindakan.

                               Foto koleksi Penulis Blog

Tujuan Etika Bisnis Konstruksi
Tujuan tersebut meliputi 2 aspek, antara lain Perkembangan moral dan Otonomi moral. 
      Perkembangan Moral
Menurut Kohlberg (1927-1928), ada 6 tahapan dalam perkembangan nilai moral. Setiap tahapan mencerminkan tingkatan moral seseorang. Setiap tahapan meliputi dua tahap.
1.      Tingkat Prakonvensional
Pada tahapan ini manusia mengakui adanya aturan budaya/Culture dan ungkapan budaya, baik buruk, benar serta salah. Penilaian ini berdasarkan faktor lahiriah saja. Untuk tahapan ini adanya orientasi hukuman dan kepatuhan serta orientasi relativis-instrumental.
2.      Tingkat Konvensional
Untuk tahapan ini, manusia hanya memiliki harapan kepada keluarga, suatu kelompok atau bahkan untuk negaranya, yang merupakan pandangan bahwa ini sebagai sesuatu hal yang berharga bagi dirinya. Ada 2 tahapan ini yaitu orientasi kesepakatan antarpribadi serta orientasi hukum dan ketertiban.
3.      Tingkat Pascakonvensional
Pada tingkatan ini terdapat suatu usaha yang jelas untuk merumuskan suatu niai-nilai serta prinnsip yang muncul. Pada tahap tingkatan ini terbebas dari otoritas  kelompok. Terdapat dua tingkatan tahap, antara lain Orientasi kontrak sosial legalistis dan Orientasi prinsip etika universal.

Otonomi moral
Otonomi ini sebenarnya memiliki arti manusia menaati kewajibannya karena sesuatu hal yang bernilai dan menjadi bagian dari tanggung jawab manusia itu sendiri. Hanya manusia yang berotonomi moral yang tentu taat dan patuh pada  hukum. Kaitannya dengan etika bisnis konstruksi ini ialah untuk memperkuat kesadaran para pelaku bisnis konstruksi di Indonesia, ini adalah upaya untuk meningkatkan otonomi moral pelaku bisnis tersebut.
Peningkatan otonomi moral dapat diperoleh dengan cara melatih dan menyempurnakan kemampuan/kreativitas para pelaku bisnis tersebut.
Menurut Martin dan Schinzinger (1994), disebutkan bahwa ada beberapa keterampilan yang memiliki hubungan dengan kemampuan/kreativitas, antara lain :
  1. Memiliki kemahiran dalam mengenali suatu permasalahan serta isu-isu moral di dalam bisnis konstruksi
  2. Memiliki keterampilan memahami, menjelaskan secara kritis dan mengkaji argumen yang berlawanan dari isu-isu moral
  3. Memiliki kemampuan dalam membentuk sudut pandangan yang konsisten serta komprehensif
  4. Memiliki keadaan yang imajinatif tentang berbagai respon alternatif terhadap isu-isu dan pemecahan kreatif atas kesulitan yang dihadapi
  5. Memiliki kepekaan terhadap kesulitan yang terjadi
  6. Peningkatan ketepatan dalam penggunaan bahasa etika yang lazim
  7. Meningkatnya penghargaan baik terhadap kemungkinan dalam pemecahan konflik moral serta perlunya toleransi perbedaan  di kalangan orang-orang
  8. Pentingnya integrasi antara profesional dengan keyakinan

Pendapat mengenai Etika Bisnis Konstruksi
  • Bisnis Konstruksi adalah Suatu persaingan
  • Bisnis Konstruksi  itu Asosial
  • Bisnis Konstruksi campur moral akan tersingkir
  • Bisnis Konstruksi mencari keuntungan belaka
  • Bisnis Konstruksi hanya berkonsentrasi pada pekerjaan
  • Bisnis Konstruksi itu memakan biaya
  • Bisnis Konstruksi harus disertai kekuatan
  • Bisnis Konstruksi memerlukan keterampilan khusus
  • Bisnis Konstruksi itu tidak memiliki nurani
      Dari berbagai macam pendapat diatas, bisnis konstruksi dan etika adalah 2 hal yang tidak dapat disatukan.  Karena pertimbangan dari moral dan etika tidaklah menguntungkan, maka etika dan bisnis konstruksi harus dipisahkan.

Prinsip Etika Bisnis Konstruksi
Prinsip ini bertujuan supaya para pelaku bisnis konstruksi yang menjalani bisnis ini sadar akan dimensi etisnya kegiatan bisnis ini, serta supaya belajar bagaimana mempertimbangkan secara etis dan ekonomis, dan mampu memasukkan pertimbangan etis dalam kebijaksanaan perusahaan konstruksi tersebut.
Lima Prinsip Etika Bisnis Konstruksi antara lain :
  • Prinsip Sikap Baik
  • Prinsip Otonomi
  • Prinsip Kejujuran
  • Prinsip Keadilan
  • Prinsip Hormat terhadap diri sendiri


THE SECRET, sebuah esensi pengetahuan


Saya membagi sedikit interpretasi saya kepada Anda mengenai buku The Secret 


Siapa yang tidak tahu buku dari karangan seorang Penulis bernama Rhonda Byrne. Buku yang pernah dicetak pada tahun 2006 dan di terbitkan oleh Beyond Words Publishing ini mampu menarik bagi pembaca yang penasaran apa isi dan makna dari cerita The Secret.
Rhonda Byrne adalah seorang petualang, dia memiliki multitalenta. Rhonda memiliki kemampuan sebagai pengarang, sebagai guru, pembuat film, desainer dan penerbit buku The Secret untuk Dunia.
Rhonda menciptakan The Secret ini agar dapat menghadirkan kebahagian bagi miliaran orang di dunia. The secret yang berarti rahasia. Rahasia yang dapat memberikan apa pun yang Anda inginkan. Sebuah buku yang berisi kata-kata rahasia dan juga kisah-kisah ajaib yang terjadi. Setiap lembar demi lembar halaman yang mempelajari apa itu Rahasia, baik apa yang Anda inginkan, siapa sesungguhnya diri Anda dan apa yang menanti Anda.
Apa yang Anda pikirkan untuk sekarang ini sebagai upaya dalam penciptaan kehidupan masa depan Anda kelak. Manusia dapat berpikir, maka manusia pula dapat  mencipta. Apa yang Anda fokuskan tentu akan muncul dalam hidup Anda. Anda dapat mengubah situasi setiap peristiwa yang terjadi di dalam hidup Anda dengan cara sepenuhnya mengubah cara berpikir Anda.
Setiap kehidupan manusia  tentunya menjadi sebuah perjuangan karena adanya Hukum Tarik Menarik. Maka, yakinlah bahwa kebaikan akan mendatangkan kebaikan, begitu juga sebaliknya.

Manusia adalah pencipta bagi dirinya, karena semua yang baik lahir dari manusia itu sendiri.

Kamis, 04 April 2013

Romo Mangun Wijaya, sang Tokoh Humanis

oleh Ratih Dyah A, ST., MT


Romo Mangunwijaya

Siapa yang tak kenal dengan sosok Romo yang satu ini? Ia  menjadi idola di kalangan masyarakat, baik para arsitek, sejarahwan, pemuka agama, dan tak lupa kalangan masyarakat miskin.  Sesosok romo yang memiliki nama lengkap Yusuf Bilyarta Mangunwijaya, Pr. Pria kelahiran 6 Mei 1929, Ambarawa, Semarang. Namun, ia lebih populer disebut dengan nama "Romo Mangun". Romo Mangun adalah anak dari pasangan Yulianus Sumadi dan Serafin Kamdaniyah. Pendidikan pertama Romo jalani di HIS Fransiscus Xaverius, Muntilan-Magelang dari tahun 1936-1943. Lalu Romo melanjutkan pendidikannya di STM Jetis, Yogyakarta pada tahun 1943-1947 dan Sekolah Menengah Umum B-Santo Albertus, Malang pada tahun 1948-1951. Romo pun melanjutkan pendidikan Seminari Menengah Kota Baru, Yogyakarta dan Seminari Menengah Santo Petrus Kanisius di Mertoyudan, Magelang. Tak lupa Romo mengenyam kembali pendidikan arsitektur di ITB pada tahun 1959. Tak puas menimba ilmu ia kemudian melanjutkan ke Rheinisch Westfaelische Technische Hochschule, Aachen, di Jerman pada tahun 1960.
Romo Mangun dikenal sebagai rohaniwan, budayawan, arsitek, penulis, aktivis dan pembela masyarakat miskin/kecil. Romo gigih dalam memperjuangkan kemanusiaan. Ia menuangkannya dalam kata-kata berupa tulisan dalam artikel, dan terkadang ia melakukannya dalam tindakan praksis melalui pembelaannya pada kaum lemah miskin, tertindas. Romo mangun juga mengeluarkan beberapa buku, salah satunya adalah buku berjudul 'Impian dari Yogyakarta'. 
Bukti sikap Humanisnya terlihat saat Romo membela masyarakat miskin di Bantaran Sungai Code, Yogyakarta. Dalam pelaksanaan proyek sungai code, program tribina yang lebih diarahkan kepada pembentukan Kampung Kolektif yaitu Komunitasnya, bukan individu-individu. Terbukti dari berbagai karya arsitekturnya hampir semua bangunan yang Romo Mangun design berfungsi untuk kepentingan masyarakat. Beberapa karya arsitekturnya menonjolkan kekuatan sosial budaya dan lokalitas sebagai akar proses berdesain. Beberapa karya arsitektural Romo Mangun antara lain Komplek Sendang Sono, Gedung Keuskupan Agung Semarang, Gedung Bentara Budaya Jakarta, Gereja Katolik jetis Yogyakarta. Penataan Kali Code Yogyakarta yang dilakukan oleh sang Romo mendapatkan Award, yaitu The Aga Khan Award for Architecture (1992). Dan selang 3 tahun, sang Romo mendapatkan penghargaan dari Stockholm, Swedia yaitu The Ruth and Ralph Erskine Fellowship Award pada kategori arsitektur demi rakyat yang tak diperhatikan. 
Visi hidup seorang Romo Mangun yang terbangun dari pengalaman yang mengubahkan. Romo Mangun mengalami dua kali repture yaitu di bidang Agama dan Kesadaran Kolektif. Pengalaman-pengalaman otentik serta makna refleksi kembali yang Romo dalami membawa Romo hidup dengan kaum miskin. Romo mendampingi mereka membuat sesuatu untuk memajukan hidupnya. Realita yang seperti itu membuat sang Romo memperbaiki pembangunan total manusia dengan membawa dua misi kebudayaan, yaitu yang pertama adalah penyadaran penduduk kampung code (khusus) dan masyarakat luas (umum) dan yang kedua memberikan dirinya sebagai contoh.

Sebagian informasi dikutip melalui Buletin Sosiologi, Urban Problems : Mangunwijaya "membangun tanpa menggurui', Edisi Juli 2008.


Adanya Manajemen Sampah di Perumahan


Oleh Ratih Dyah Annissa, ST., MT


Sumber Foto : Koleksi Penulis Blog

       Entah apa yang ada di benak Anda saat di samping kiri, kanan, depan atau bahkan belakang rumah Anda ada begitu banyak sampah berserakan. Sampah-sampah yang berserakan bisa berasal dari daun-daun yang rontok, sampah plastik, sampah sisa-sisa makanan atau bahkan sampah kertas koran. Sampah tidak bisa lepas dari aktivitas manusia, dimanapun dan kapanpun Anda akan selalu bertemu dengan Sampah. 

       Bayangkanlah bila Anda melewati pos-pos Sampah, ada beberapa sampah-sampah yang dibiarkan menumpuk bahkan mengeluarkan aroma tidak sedap yang menyengat hidung membuat siapa saja enggan melewati pos sampah tersebut. Mungkin, sebagian dari Anda yang lewat pasti akan menutup hidung hingga tidak mau menatap banyaknya sampah-sampah yang berceceran hingga keluar dari batas area pos sampah tersebut.
       Jika sampah-sampah tersebut tidak diatur, tidak tertata rapi dan tidak pula dibuang dengan cara yang benar, maka tentu saja akan mengganggu kehidupan manusia sehari-hari. Beberapa sampah yang berguna adalah sampah-sampah biologis, sampah kertas dan sampah plastik. Ketiga jenis sampah yang tentu berbeda dengan sampah basah dan sampah kering. Coba bila Anda bayangkan di sekitar rumah Anda tersedia fasilitas sampah. Misalnya adanya manajemen sampah di rumah Anda, tentunya akan banyak membantu dalam menjaga kebersihan dilingkungan rumah Anda juga  sekitarnya. 
        Jenis sampah kertas tidak menimbulkan bau, hanya saja tumpukan kertas ini akan menumpuk di rumah warga. Sampah kertas memang tidak bisa saja diabaikan oleh warga perumahan, terkadang warga ada yang mendaur ulang kertas-kertas ini atau menjualnya kepada pengepul koran bekas. Lalu bagaimana dengan sampah Plastik? Plastik adalah sejenis sampah yang tentu  membutuhkan waktu lama dalam proses penghancurannya. Plastik tidak muncul secara alamiah, namun plastik tentunya buatan pabrik. Plastik terbuat dari bahan kimia yang banyak dijumpai dalam minyak, meskipun ada yang berasal dari kayu, batu bara dan gas alam. Jenis bahan umum plastik antara lain adalah polithene, polistirene, PVC dan nilon.
       Jenis plastik pun bermacam-macam, seperti plastik ringan, plastik keras, plastik yang lembek dan melar, ada juga plastik tembus pandang. Sampah plastik yang dikumpulkan warga di Bank Sampah ini kebanyakan adalah sampah rumah tangga (sampah botol plastik minuman, sampah botol deterjen, dan lain-lain) dan sampah sisa-sisa plastik makanan. Sampah-sampah plastik dikumpulkan warga untuk dikumpulkan kepada pengepul sampah plastik lalu kemudian didaur ulang menjadi barang jadi, seperti tas daur ulang. 
       Sudah saatnya kita yang berperan di lingkungan sekitar kita, AYO, kita bersama-sama mengelola sampah-sampah yang ada di sekitar kita. Tujuan supaya lingkungan yang ada disekitar kita bersih, nyaman dan sehat untuk ditinggali. 
Sayangilah lingkungan yang ada disekitar Anda. 

Hasil tulisan merupakan karya tulis artikel Penulis Blog untuk Majalah

Selasa, 26 Februari 2013

Semangat Dalam Menyelesaikan Tesis Strata Dua

                           Oleh : Ratih Dyah Annissa Perwitasari Sayekti, S.T., M.T

Dear Blog,
saya ingin berbagi pengalaman saya dalam menyelesaikan studi 1,4 bln saya di Pascasarjana UAJY.
Awalnya saya belum bisa menentukan apakah saya akan mengambil topik penelitian Psikologi Arsitektur ini di Lokus Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan atau mengambil topik riset kuliah PPAK (kuliah strata satu) di Lokus dekat Jalan Malioboro. Berhari-hari saya merenung dan berpikir, apakah topik tersebut sekiranya cocok untuk di jadikan Proposal Tesis ?
Untuk kesekian kalinya saya riset dan survey berhari-hari di dua Lokus yang berbeda tersebut. Saya mencoba melakukan study apakah sudah cocok atau masih kurang dalam memperoleh data-datanya. Saya sudah tidak meragu lagi untuk yang satu ini, saya memilih Lokus pertama. Mengapa ?
Ada beberapa pertimbangan dalam menentukan lokasi tersebut, antara lain :
1. Surat ijin penelitian dari Universitas terkait
    Surat ijin ini sangatlah penting dalam membantu saya dalam melakukan proses perijinan di berbagai instansi Pemerintah dan Dinas-dinas terkait, baik Kecamatan dan Kantor Kalurahan. Bisa disebut Surat "Ajaib" lah, teman-teman. Kalau ada koneksi orang dalam juga turut membantu untuk mempercepat proses perijinan. Tapi karena saya tidak memiliki koneksi, alhasil, sabarlah dalam melakukan proses-proses perijinan yang membuat kita terkadang harus bolak-balik, namanya juga sesuai dengan prosedural. Jangan lupa untuk di buatkan copyan surat ijin penelitian dan cap dari Universitas/Instansi terkait, berguna bagi halaman lampiran Tesis nantinya.
2. Menunggu Data dan Orang Penting
    Data-data penelitian, baik data primer dan data sekunder. Data primer adalah data-data yang kita peroleh dan kita olah di lapangan, sedangkan data Sekunder adalah data-data berupa data angka, data pustaka, data -data instansi pemerintah yang tentunya ada kaitan dengan topik riset tesis kita. Ternyata untuk memperoleh beberapa data penunjang memang tidaklah mudah. Faktor cuaca ekstrim, panas dan hujan tiba-tiba memang membuat galau hati para Researchers, haha. . Biasanya kalimat dihati itu, " yah, hujan..aduh panas bgt sih, lama bangetttt.....bolak-balik lagi, , " Kalimat-kalimat yang super galau deh. Lalu kemudian orang penting disini yang dimaksud adalah orang-orang yang berhubungan dengan riset kita, misal staf dinas terkait atau staf kelurahan, dukuh, dan lain sebagainya. Untuk memperoleh data riset dengan mudah, intinya hanya SABAR, Sabar dan sabar. Just do it. Pasang muka senyum  walaupun kita lama menunggu. Sikap semacam ini sebagai bentuk melatih kesabaran kita.
3. Olah Data 
    Olah data di Lapangan adalah salah satu cara supaya saat para responden/sampel yang kita jadikan penelitian ini lengkap tanpa suatu kekurangan nantinya. Tak lupa, apabila saat wawancara bubuhkan juga pada kuisioner yang dilihat, tambahan catatan dari tanya jawab responden dengan peneliti di lapangan. Dan bila kemampuan olah data dalam menggunakan program SPSS masih kurang, kita masih bisa menggunakan MS.Excel.
4. Metode Penelitian
    Ada begitu banyak referensi pustaka yang berhubungan dengan Metode Penelitian, baik Kualitatif, Kuantitaif atau keduanya. Cek, cek dan cek apakah Metode Penelitian yang digunakan sudah tepat dan sesuai dengan Tema Tesis/riset yang diambil. Apabila referensi pustaka yang ada diPerpustakaan Kampus masih belum lengkap, cobalah Anda cari di Perpustakaan Samsat kota Yogyakarta. Bisa jadi referensi pustaka tersebut ada, atau carilah pustaka tersebut di Perpustakaan Universitas di Yogya/sekitar Yogya. "Demi Tesis, akan saya lakukan apa saja .." Tanamkan itu dalam benak kita sehari-hari. Insyaallah, di mudahkan usaha dan jalan Anda dalam menyelesaikan Tugas Akhir Anda. Cobalah.
5. Semangat
     Kata 'semangat' selalu ada di tiap langkah saya dalam menempuh Tesis saya ini. Tak pernah lupa, saya selalu menyemangati diri saya dan melihat kembali apa yang telah selama ini saya peroleh, adalah hal yang sangat Mujarab. Ini seperti sebuah suntikan semangat, sebuah aliran semangat baru yang tentunya tak lupa doa dan dukungan dari orang-orang terdekat.

Kelima point yang sudah saya utarakan melalui blog saya ini, tentunya di harapkan bisa dijadikan referensi Anda yang sedang melanjutkan Prodi Strata 2 atau yang akan menyelesaikan Tugas Akhir Anda dengan sukses.
Selamat Mencoba.


“ ASAL-USUL SEJARAH ORANG TIONGHOA “


Asal-usul sejarah

                Sebelum kedatangan orang-orang Portugis di Indonesia pada tahun 1511, Orang Tionghoa lebih dulu  berlayar dari Tiongkok Selatan ke Pulau Jawa. Menurut Peter Carey (1985: p.86), mengatakan bahwa awal abad ke -14 telah ada pemukiman koloni orang-orang Tionghoa di pinggir pantai Pulau Jawa. Kedatangan orang Tionghoa di Pantai Timur Laut Jawa Tengah adalah awal pusat perdagangan di Asia Tenggara, salah satunya adalah Indonesia. Pedagang-pedagang Tionghoa membawa porselen dan sutra untuk kemudian ditukar dengan bahan makanan mentah, berupa beras dan hasil pertanian lainnya. Pecinan adalah sebutan bagi pemukiman orang Tionghoa.
            Seiring berjalannya waktu hingga pada abad ke 15, penyebaran agama Islam dilakukan oleh pedagang Pribumi dan Raden Patah mulai mendirikan kerajaan Kesultanannya. Hingga tahun 1595-1596, orang Belanda berlayar melewati Semenanjung Harapan di Afrika Selatan, dengan membeli rempah-rempah dan membawa hasil rempah tersebut ke negara Eropa. Lalu kemudian orang Belanda mendirikan VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) pada tahun 1602  di Ambon, dengan meluasnya area jajahan yang dikuasai oleh Belanda, maka diputuskanlah kota Jayakarta (sekarang Jakarta) menjadi Markas Batavia.
            Awal abad ke 19, VOC bangkrut, sebagai gantinya Belanda mendirikan Pemerintahan Hindia-Belanda dengan ibukota Batavia. Tahun 1740, Pemerintah Belanda melakukan larangan bagi para Imigran Tiongkok untuk datang ke Indonesia, dan merekka segera dideportasikan ke Ceylon dan Semenanjung Harapan.  Orang-orang Tionghoayang datang ke Indonesia melalui Tiongkok Selatan ke Pulau Jawa, adalah orang-orang yang tidak puas karena Rezim Ching dari Dinasti Manchu. Akibat buruknya perlakuaan tentara Belanda terhadap kaum Tionghoa kala itu, mereka  pun pindah ke wilayah Timur Laut Jawa Tengah.
Menurut Raffles (1988: p.62), dikatakan bahwa pada awal abad ke 19, populasi orang Tionghoa di TimurLaut Jawa Tengah tidak melebihi 4.819 jiwa yang tersebar di delapan kabupaten.  Jumlah ini sama dengan 0,98% dari populasi penduduk keseluruhan. Dan menurut  G. William Skinner (1979: p.7), di delapan kabupaten ini terdapat sebelas pecinan. Hampir semua orang Tionghoa pada waktu itu adalah kelompok Hokkien yang datang dari Provinsi Fukien.
Persaingan perdagangan juga mulai memanas, mana kala pihak Belanda menjadi pihak golongan kelas atas, orang Tionghoa golongan kelas menengah bawah dan Orang Pribumi menempati kelas menengah bawah. Hal inilah yang memicu persaingan antar Orang Pribumi dengan Orang Tionghoa yang menjadikan Belanda sebagai mitra dalam perdagangan Candu. Muncullah kerusuhan anti Tionghoa pada tahun 1912.
Keadaan mulai berubah mana kala Indonesia merdeka pada tahun 1945, tepatnya pada tanggal 17 Agustus. Hal ini menimbulkan kebingungan bagi para tentara Belanda yang tinggal di Indonesia, apakah mereka akan kembali ke negara asal mereka, atau tetap tinggal di Indonesia menjadi warga negara. Tentara Belanda memilih kembali ke Negara Belanda. Bangunan-bangunan kolonial Belanda mulai diambil oleh Pihak Pemerintah Indonesia dan dipergunakan sebagai bangunan kantor pemerintahan, bangunan militer, bangunan sekolah dan yang lainnya dibiarkan kosong begitu saja.
Kondisi Orde Baru ini menguntungkan pihak Tionghoa yang mengambil alih perdagangan pihak Belanda, termasuk perdagangan ekspor dan impor, berasimilasi dengan kebudayaan penduduk Pribumi. Menurut Joel Kotkin (1993: p.180)  dikatakan dalam bukunya “Tribes, How Race and Relogion, and Identity Determine Success in the New Global Economy” , bahwa pada awal tahun 1990-an jumlah ornag Tionghoa mencapai 5% dari jumlah penduduk Indonesia secara keseluruhan. Tetapi jumlah yang kecil ini menguasai aset ekonomi nasional sebesar 75% dan Pecinan selalu menjadi pusat kota dimana daerah perdagangan berada.

Sumber Pustaka :
Carey, Peter. 1985. Orang Jawa dan Masyarakat Cina. Jakarta : Pustaka Azet.
Kotkin, Joel. 1993. Tribes, How Race and Relogion, and Identity Determine Success in
         The New Global Economy. New York : Random House.
Pratiwo. 2010. Arsitektur Tradisional Tionghoa dan Perkembangan Kota. Yogyakarta :
         Penerbit Ombak.
Raffles, Thomas Stanford. 1988. The History of Java. Singapore : Oxford University
         Press.
Skinner, G. William. 1979. Golongan Minoritas Tionghoa. Jakarta :  Leknas-LIPI dan
         Yayasan Obor Indonesia.

Sabtu, 11 Februari 2012

Ketidaknyamanan Dalam Wawancara

Apa yang saat kita alami apabila kita akan mewawancarai seseorang? Pikirkan.
Mungkin, salah satunya bau mulut? Bukan, bukan hal yang itu. Ini hal yang berbeda.
Ketahuilah banyak akan narasumber RISET yang akan Anda wawancarai, sebelum terlambat.
Pertama, Objek dan Subjek Wawancara. Pikirkan. FOKUS.
Kedua, back ground Narasumber. Ini Penting.
Ketiga, batasi wawancara Anda. Fokus pada proses wawancara. Jangan sampai masuk ke ranah pribadi Anda.
Keempat, jangan membawa Nama Keluarga, Anda berasal dari kalangan mana. Karena hal ini bisa dijadikan Narasumber untuk meminta uang pada Anda. So, WASPADA.
Kelima, jika Narasumber menyinggung soal Dana Sumbangan alias sogokan untuk materi. STOP.
Kelima, Katakan TIDAK saat itu juga pada Narasumber.
Keenam, Carilah Narasumber lain. Masih banyak Narasumber jujur, memiliki skill dan tanggung jawab serta tak lupa memiliki norma dan etika.