Blog ini sengaja dicipta untuk mewadahi kabar-kabar tentang Arsitektur Kota, Arsitektur Ramah Lingkungan, Tata Kota/Kawasan dan lain sebagainya.
all about Architecture, Urban design, Social Life and many more
Taman Sari Picture
Rabu, 01 Januari 2014
Manusia harus bisa mengelola sampah, Maka Ia bisa mengelola Gaya Hidupnya
Sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktifitas manusia. Setiap aktivitas manusia pasti menghasilkan buangan atau sampah. Jumlah atau volume sampah sebanding dengan tingkat konsumsi manusia terhadap barang/material yang digunakan sehari-hari. Demikian juga dengan jenis sampah, sangat tergantung dari jenis material yang dikonsumsi. Oleh karena itu pegelolaan sampah tidak bisa lepas juga dari ‘pengelolaan’
PONDASI
PONDASI merupakan bagian bangunan yang menghubungkan bangunan/gedung dengan tanah. Fungsi dari pondasi adalah untuk meneruskan beban-beban bangunan agar stabil terhadap berat bangunan itu sendiri, beban berguna dan gaya-gaya luar. Gaya luar disini yang dimaksud adalah faktor angin, faktor gempa, beban termis dan sebagainya.
Macam-macam kemungkinan pondasi >< kondisi tanah :
A. Lapisan tanah kering
Ciri :
- Tidak dapat dipengaruhi oleh air hujan, air dalam tanah sedikit/letaknya dalam
- Bisa digunakan pondasi jalur, pondasi umpak, tiang pancang --> bila kekokohan landasan memungkinkan
- Bila tidak digunakan pondasi pelat beton bertulang, atau tiang pancang beton bertulang
B. Lapisan tanah basah
Ciri :
- Dapat dipengaruhi oleh air hujan/air tanah atau landasan tanah berada di bawah permukaan air tanah
- Dapat digunakan pondasi pelat beton bertulang, dan tiang pancang beton bertulang
C. Lapisan tanah di dalam air
Ciri :
- Dapat menggunakan dinding penahan, tiang pancang
Macam/Jenis Pondasi
Penentu utama pemilihan jenis Pondasi adalah :
- Lapisan tanah (dengan karakter-karakternya)
- Beban (bangunan) serta teknologi
Lapisan tanah tergantung dari jenis ukuran butiran sebagai faktor kekuatan
Berikut macam-macam ukuran butiran tanah yang termasuk golongan Granular (Butiran Kasar) :
1. Boulders berukuran > 60 mm
2. Gravel 2- 60 mm
3. Coarse Sand 0,6 mm - 2 mm
4. Medium Sand 0,2 mm - 0,6 mm
5. Find Sand 60 mikro m - 0,2 mikro m
Sedangkan ukuran butiran tanah yang termasuk dalam golongan Cohensive (halus/lunak), yaitu :
- Silt 2 mikro m - 60 mikro m
- Clay < 2 mikro m
Bahan PONDASI
1. Bata
- Kurang ideal --> lunak dan berpori
- Digunakan untuk pembebanan yang ringan
- Tidak digunakan pada lapisan tanah yang berair
2. Batu Kali
- Cukup baik, asal tata cara penyusunan batu benar, kompak, dan tidak berongga
- Kekokohan landasan dapat agak lunak s.d sedang tergantung dari besar beban bangunan
3. Beton (Tidak Bertulang)
- Cukup baik
- Hanya dapat menahan beban tekan
- Kekokohan landasan dapat agak lunak s.d sedang tergantung dari besar beban bangunan
4. Beton Bertulang
- Sangat ideal digunakan, bahan padat, kompak dan kedap air
- Dapat menahan beban tarik
Pemilihan Bentuk Pondasi
Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam pemilihan bentuk pondasi, a.l :
- keadaan tanah pondasi
- batasan-batasan akibat konstruksi diatasnya
- batasan-batasan dari lingkungan sekelilingnya
- waktu dan biaya pekerjaan
PONDASI terdiri dari jenis :
PONDASI LANGSUNG, a.l :
- Pondasi dari bata
- Pondasi dari batu kali
- Pondasi dari beton bertulang (Pondasi Pias, Pondasi Plat Kaki, dan Pondasi Balok Sloof)
PONDASI TIDAK LANGSUNG, A.L :
- Pondasi Umpak
- Gabungan Pondasi plat kaki dan umpak
- Pondasi Sumuran
- Pondasi Tiang Strauss
- Pondasi Bored Pile
- Pondasi Tiang Pancang (Pondasi di atas tiang pancang dan pondasi tiang pancang)
Konstruksi Bangunan Industri
I. Sejarah Bangunan Industri
A. Bangunan Industri dari masa Revolusi Industri sampai masa sebelum perang
contoh :
- Bangunan Pabrik Tekstil, 1826, Britania Raya
- Kilang Minyak Fairbairn, 1845, Britania Raya
- Bangunan Old, Larkin, 1837, New York
B. Bangunan Industri setelah masa perang di Germany
a. Beberapa event penting dalam perkembangan bangunan industri di Germany yang berpengaruh di dunia, antara lain :
- Pembangunan bangunan industri pengawet bahan makanan oleh Keluarga Krupp tahun 1870
- Pabrik fakus dan turbinalle di Berlin yang dibangun pada masa pergerakan modern telah memberi kontribusi vital bagi konsepsi arsitektural dari bangunan industri
b. Bangunan industri di Germany memiliki kualitas fungsional dan analitis yang tinggi
c. Sudah mulai di sadari bahwa struktur tradisional tidak bisa memenuhi kebutuhan struktural bangunan industri. Perkembangan bangunan industri menyediakan kesempatan unik untuk eksploitasi teknis, dan pada saat yang bersamaan pula mengembangkan teknologi.
d. Berusaha mengembangkan antara teknis dan estetis, fungsi dan arsitektural
e. Penggunaan material yang beraneka ragam
f. Adanya pemisahan antara rangka dan pelingkup supaya struktur fleksibel dan mudah di eksplorasikan
g. Kebanyakan material laca dalam bentuk glass brick untuk tembok, glass fiber untuk langit-langit dan kaca jendela
II. TINJAUAN UMUM BANGUNAN INDUSTRI
A. Bangunan dengan tinjauan umum/khusus
Pertimbangan pemakaian bangunan dengan tujuan umum atau dengan banyak tujuan harus mempertimbangkan :
- Biaya awal (anggaran biaya bangunan)
- Kemungkinan penjualan demi keuntungan, lokasi yang lebih baik dan penutup bangunan
- Sering terjadinya perubahan produk, material,mesin dan peralatan, serta metode/cara.
- Kecepatan pembangunan
B. Rancangan Satu Lantai VS Rancangan Banyak Lantai
Pertimbangan penggunaan konstruksi satu lantai termasuk basement dan balkon dengan kondisi sebagai berikut :
- Produknya besar dan berat
- Beban peralatan menyebabkan beban lantai tinggi
- kebutuhan akan ruang yang besar tanpa halangan
- Harga tanah murah
- Ketersediaan lahan untuk kemungkinan perluasan area industri
- Produk tidak teradaptasi dengan gaya berat
- Pembatasan waktu pembangunan
- Perubahan-perubahan layout bangunan yang sering terjadi dapat diantisipasi dengan baik
Bangunan industri yang paling ekonomis saat ini adalah mungkin bangunan dengan konstruksi 1 1/2 lantai termasuk basement dan balkon
A. Bangunan Industri dari masa Revolusi Industri sampai masa sebelum perang
contoh :
- Bangunan Pabrik Tekstil, 1826, Britania Raya
- Kilang Minyak Fairbairn, 1845, Britania Raya
- Bangunan Old, Larkin, 1837, New York
B. Bangunan Industri setelah masa perang di Germany
a. Beberapa event penting dalam perkembangan bangunan industri di Germany yang berpengaruh di dunia, antara lain :
- Pembangunan bangunan industri pengawet bahan makanan oleh Keluarga Krupp tahun 1870
- Pabrik fakus dan turbinalle di Berlin yang dibangun pada masa pergerakan modern telah memberi kontribusi vital bagi konsepsi arsitektural dari bangunan industri
b. Bangunan industri di Germany memiliki kualitas fungsional dan analitis yang tinggi
c. Sudah mulai di sadari bahwa struktur tradisional tidak bisa memenuhi kebutuhan struktural bangunan industri. Perkembangan bangunan industri menyediakan kesempatan unik untuk eksploitasi teknis, dan pada saat yang bersamaan pula mengembangkan teknologi.
d. Berusaha mengembangkan antara teknis dan estetis, fungsi dan arsitektural
e. Penggunaan material yang beraneka ragam
f. Adanya pemisahan antara rangka dan pelingkup supaya struktur fleksibel dan mudah di eksplorasikan
g. Kebanyakan material laca dalam bentuk glass brick untuk tembok, glass fiber untuk langit-langit dan kaca jendela
II. TINJAUAN UMUM BANGUNAN INDUSTRI
A. Bangunan dengan tinjauan umum/khusus
Pertimbangan pemakaian bangunan dengan tujuan umum atau dengan banyak tujuan harus mempertimbangkan :
- Biaya awal (anggaran biaya bangunan)
- Kemungkinan penjualan demi keuntungan, lokasi yang lebih baik dan penutup bangunan
- Sering terjadinya perubahan produk, material,mesin dan peralatan, serta metode/cara.
- Kecepatan pembangunan
B. Rancangan Satu Lantai VS Rancangan Banyak Lantai
Pertimbangan penggunaan konstruksi satu lantai termasuk basement dan balkon dengan kondisi sebagai berikut :
- Produknya besar dan berat
- Beban peralatan menyebabkan beban lantai tinggi
- kebutuhan akan ruang yang besar tanpa halangan
- Harga tanah murah
- Ketersediaan lahan untuk kemungkinan perluasan area industri
- Produk tidak teradaptasi dengan gaya berat
- Pembatasan waktu pembangunan
- Perubahan-perubahan layout bangunan yang sering terjadi dapat diantisipasi dengan baik
Bangunan industri yang paling ekonomis saat ini adalah mungkin bangunan dengan konstruksi 1 1/2 lantai termasuk basement dan balkon
Minggu, 12 Mei 2013
Fenomena Bangunan Properti yang marak di Jakarta
Jika Anda melihat tayangan
properti yang marak di salah satu Televisi swasta, tentu Anda berpikir
bagaimana bisa Lokasi Properti di Jakarta yang berada di kawasan Banjir tetap
laku dan laris manis terjual? Bahkan pembelinya pun harus antri dengan nomor
antrian yang sudah disediakan oleh pihak properti tersebut. Bahkan iming-iming yang paling sering adalah,
beli sekarang besok harga naik atau dengan gratis produk barang A, B dan C. Ini
membuat para konsumen ketakutan dan berpikir untuk langsung membeli properti
tersebut. Prospek investasi adalah salah satu alasan para konsumen untuk
membeli. Hal ini dipengaruhi oleh faktor ekonomi global yang akan mempengaruhi
pertumbuhan ekonomi setiap tahunnya. Kinerja Jakarta dari tahun per tahun
semakin bagus. Tren properti yang lain adalah kedekatan akses lokasi tempat tinggal dengan lokasi perkantoran. Disaat jam-jam sibuk/peak hour di kota Jakarta ini, tentu warga yang bermukim dan bekerja di Jakarta menginginkan lokasi tempat tinggal yang sangat strategis. Hal ini dibarengi dengan faktor-faktor yang melatar belakangi di atas.
Untuk tahun 2013 ini, Jakarta
menduduki peringkat pertama dengan nilai prospek 6,10 (predikat bagus yang
disebutkan oleh Urban Land Institute),
setelah Shanghai, Singapore, Sydney dan Kuala Lumpur. Mengingat pada tahun 2012
yang lalu, Singapura menduduki peringkat pertama. Tren tahun ini Jakarta adalah
Kota Utama dan Kota dengan Predikat Bagus. Harga CBD sekitar Sudirman,
Thamrin, dan Kuningan sekitar 60-70 juta/m2. Kecenderungan pembangunan investasi
bangunan tinggi di Jakarta, masih terfokus CBD pada Sudirman dan Pluit,
meskipun banjir, harga Properti tetap naik. Wilayah CBD adalah wilayah segitiga
emas, yang mana kawasan tersebut sangat marak dengan bangunan-bangunan elit,
mewah dan hanya bisa dibeli oleh kalangan menengah atas.
Jika setiap 1 minggu selalu ada
bangunan tinggi baru yang berdiri, apabila 1 tahun ada 85 minggu, maka akan terjawab
bahwa selama 1 tahun ini Kota Jakarta memiliki 85 Bangunan Tinggi Baru yang lebih
dari 10 lantai ke atas. Bangunan tinggi yang tren ini tidak hanya Apartemen
saja, akan tetapi bangunan Mall, Kondominium, Perkantoran, di wilayah Bekasi
dan Bogor. Ini dikarenakan dekat dengan lokasi pintu masuk Tol.
Bagaimana dengan tren Properti 2014 mendatang ya?? Apakah Jakarta akan tetap menduduki peringkat pertama seperti tahun ini? Kita lihat saja nanti perkembangan ekonomi global dan perputaran uang/saham asing yang akan di tanam oleh pihak asing, apakah di Indonesia atau di negara lain?!
Rabu, 17 April 2013
Hubungan Sesama Manusia
Apa yang saya tuliskan di sini secara garis besar, hanya pengalaman kecil saya dalam memahami orang-orang disekeliling saya. Ini adalah kebetulan dari suatu perkenalan saya dengan orang-orang dikereta api, melihat perilaku orang saat bertemu yang terkadang membuat kita berpikir, merenung dan memperbaiki pola pikir kita terhadap sikap kita selama ini.
Berbagi pengalaman hidup dengan sesama adalah Pembelajaran yang Luar Biasa hebat. Betapa tidak? Setiap manusia satu dengan manusia yang lain pun memiliki pengalaman yang berbeda. Saya pribadi, senang dengan cara pembelajaran yang satu ini, saling berbagi cerita, penuh kesan-kesan yang terkadang membuat saya takjub dan belajar untuk memperbaiki diri lagi dan lagi. Karena setiap manusia tidak pernah bisa luput dari tiap kesalahan-kesalahan yang manusia perbuat.
Tuhan menciptakan manusia berbeda, baik dari jasmani maupun rohani. Manusia tidak pernah mengetahui apa rencana Tuhan dibalik semua ini. Manusia hanya bisa berusaha dan berdoa dalam berjuang untuk hidup di zaman ini. Dengan berbekal sedikit keyakinan dan banyaknya sikap optimisme, membuat manusia tidak pernah berhenti mengarungi samudera cobaanNya, namun Tuhan tidak pernah lepas dari HambaNya yang selalu berdoa, berusaha dan bekerja keras.
" Baik = Baik "
Thank You Allah SWT ..
Minggu, 07 April 2013
JEJAK KARBON
Pengabaian aturan ber-Arsitektur yang baik dan benar.
|
Aturan diabaikan
|
Dampak pada Lingkungan
|
Dampak pada manusia dan konsekuensi Energi +
Jejak Karbon
|
|
PEMBANGUNAN
TAK TERKENDALI
|
- Kesemrawutan
visual
|
- - Penurunan
produktivitas kerja
|
|
- Diabaikannya KLB
|
- Berkurangnya
ruang terbuka dan tumbuhan
|
- - Penurunan
kualitas kehidupan manusia (kesehatan fisik dan psikis)
|
|
- Diabaikannya KDB
|
- Tak
bermanfaatnya potensi alam (udara alami dan cahaya alami)
|
- - Kenaikan biaya
energi untuk mengkoreksi ketidaknyamanan
|
|
- Diabaikannya cara merancang bangunan yang baik dan
benar
|
- Kenaikan
kebisingan
|
- - Ketidaknyamanan
lingkungan secara fisik (thermal, visual dan akustik) serta secara sosial
|
|
- Diabaikannya cara merancang environmental bangunan
yang benar
|
- Turunnya
air tanah
|
|
|
|
- Kenaikan
konsentrasi polutan udara
|
|
Maka
diperlukan strategi-strategi baik dalam skala bangunan rumah maupun skala
lingkungan, desa dan kota.
Sabtu, 06 April 2013
Future Toilet, sebagai bagian dari kebutuhan atau kecanggihan ?
Di zaman sekarang ini, teknologi sudah begitu berkembang dengan sangat hebat,
terutama teknologi komputer. Sebagai contohnya robot, yang merupakan komputer,
dapat berdialog dan bahkan melakukan pekerjaan-pekerjaan manusia sama seperti
halnya manusia yang melakukan pekerjaan tersebut. Semua perkembangan tersebut, pada dasarnya
menggunakan AI (artificial intelligent)
sebagai otaknya, sebut saja fuzzy logic, genetic algorithm, bayesian
network, dan juga neural network yang ditanam di dalam
mikroprosessor sehingga perangkat keras atau
alat-alat yang diciptakan dapat bekerja seperti bagaimana manusia bekerja. Sekarang
ini komputer memang sudah sangat pandai dalam menghitung atau menjalankan
proses numerik. Kehebatan lainnya yaitu komputer dapat menjalankan suatu perintah secara berulang-ulang dengan cepat dan tanpa melakukan kesalahan. Namun keunggulan
komputer yang seperti itu belum dapat dikatakan sebagai komputer yang ‘cerdas’
karena hanya melakukan set-set perintah yang diberikan oleh programmer saja. Dengan menggunakan
teknik-teknik AI, komputer diharapkan dapat mengerti hal yang dilakukan, sama
seperti manusia, dan tidak hanya sekedar menjalankan set-set perintah statik
saja.
Kecerdasan Buatan atau Artificial
Intelligence didefinisikan sebagai
kecerdasan yang ditunjukkan oleh suatu
entitas buatan. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan
diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan
pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Kecerdasan buatan ini merupakan
cabang dari ilmu komputer yang concerned
dengan pengotomatisasi tingkah laku cerdas (Anita Desiani dan Muhammad
Arhami, 2006). Namun
seiring dengan perkembangan jaman, maka peran komputer semakin mendominasi
kehidupan umat manusia. Komputer tidak lagi hanya digunakan sebagai alat hitung, lebih dari itu, komputer
diharapkan untuk dapat diberdayakan untuk mengerjakan segala sesuatu yang bisa
dikerjakan oleh manusia.
Menurut
Ketua Asosiasi Toilet Indonesia, Naning Adiwoso, ada tiga hal yang perlu
diperhatikan dari sebuah toilet. Semuanya berawal dari desain. Ada beberapa hal
yang harus diperhatikan ketika mendesain toilet di rumah. Ukuran minimal toilet
rumah, yaitu 1,2 meter x 2 meter. Pintu kamar mandi harus
bisa dibuka penuh. Hindari membuka pintu terbentur bak atau ember sehingga
tidak leluasa bergerak.
Toilet pun harus memiliki
ventilasi sehingga udara tak terperangkap di dalam toilet. Ventilasi harus
diarahkan dari toilet ke luar ke ruangan, bukan ke dalam ruangan lain. Bila
toilet berada di bagian tengah rumah, banyak orang memasang exhaust fan untuk
mengeluarkan udara di dalam toilet. Di pasaran ada toilet duduk
dan jongkok. Pilihan ini disesuaikan dengan kebiasaan si pemakai. Toilet
jongkok lebih baik karena lebih bebas. Namun, ada juga yang lebih
nyaman menggunakan toilet duduk.
Saat
ini, toilet diharapkan dapat memberikan kenyamanan maupun fasilitas tambahan
lainnya yang dapat menunjang pekerjaan konsumen/pemakai sehingga lebih mudah,
efisien dan praktis dalam mendapatkan informasi yang berkualitas tinggi.
Sumber analisa data riset dari Kuliah KBA, Pascasarjana UAJY, Januari 2012.
DAFTAR RUJUKAN
Sick Building Syndrome
Sick Building Syndrome atau biasa disingkat dengan SBS ini adalah semacam kondisi gangguan yang dialami oleh penghuni bangunan/gedung akibat buruknya ventilasi dan adanya kontaminasi polutan di udara dalam bangunan tersebut.
Biasanya gejala SBS yang diderita oleh penghuni antara lain :
- sakit kepala
- alergi
- batuk kering
- gatal-gatal
- dan sebagainya
Gejala SBS bisa dialami oleh penghuni bangunan yang tinggal di rumah, penghuni rumah pun bisa terkena gejala yang satu ini. Kegiatan-kegiatan yang biasanya dilakukan oleh aktivitas manusia di dalam rumah kebanyakan ada di area dapur dan ruang kerja pribadi. Bisa juga akibat dari kondisi area dapur yang tidak baik, atau bahkan kurangnya ventilasi pun bisa menyebabkan SBS.
PENTINGNYA MENGETAHUI ETIKA BISNIS KONSTRUKSI
Siapa yang tidak mengenal sebuah bisnis konstruksi? Ini
adalah bisnis yang ada hubungannya dengan bidang ilmu teknik konstruksi,
teknologi, sains, dan industri konstruksi. Adanya moral dan etika menjadikan
bisnis ini patuh pada kedua hal tersebut.
Foto koleksi Penulis Blog
Pengertian Etika dan Moral
Etika, berasal dari bahasa
Yunani, “etos”, yang memiliki arti adat, suatu kebiasaan, suatu sikap atau cara
berpikir seseorang. Kata Etika ini dipelopori seorang Aristhotheles pada tahun
384-322SM. Ia memakai kata Etika sebagai salah satu cara untuk menunjuk sebuah
filsafat moral. Etika digunakan manusia untuk menentukan bagaimana suatu
perilaku manusia dalam menjalani hidup. Apakah etika berbeda dengan etiket? Ya.
Etiket berasal dari bahasa Perancis, “etiquette”, yang memiliki arti suatu
undangan. Yang memiliki maksud suatu kumpulan cara hidup yang baik.
Lalu bagaimana dengan Moral?
Moral yang berasal dari bahasa latin , “mores”, yang memiliki arti sila atau
pengaturan hidup. Moral ini memuat suatu pandangan-pandangan tentang nilai dan
norma yang ada di sekelompok masyarakat. Moral berasal dari ajaran agama, adat istiadat
atau suatu paham ideologi. Pentingnya moralitas di masyarakat memberikan
manusia aturan/petunjuk bagaimana manusia bertindak dan menghindari sesuatu
yang buruk.
Teori Etika
Etika pun memiliki suatu tujuan, dikatakan
sebagai suatu tindakan yang dinilai baik jika tujuan yang dicapainya dengan
hasil yang baik. Ada 2 aliran etika, yaitu Egoisme dan Utilitarianisme.
Egoisme sendiri dipandang sebagai
tindakan seseorang yang bertujuan untuk mengejar kepentingan dan memajukan
dirinya sendiri.
Lalu Utilitarianisme, dikatakan
sebagai suatu tindakan seseorang yang
didasarkan pada tujuan dan akibat dari tindakan itu sendiri bagi
kalangan masyarakat disekitarnya.
Pengertian Etika Bisnis Konstruksi
Etika bisnis konstruksi termasuk
dalam etika bidang khusus/terapan. Karena berkaitan dengan bidang profesi dunia
di bisnis konstruksi. Etika bisnis ini adalah salah satu studi yang memiliki
sangkut paut permasalahan dan suatu keputusan moral yang dihadapi oleh suatu individu/organisasi
perusahaan yang terlibat di dalam bisnis/industri
konstruksi. Dalam etika bisnis
konstruksi lebih banyak mempelajari tentang teori-teori etika, karena teori
yang satu ini memiliki alasan-alasan yang berkaitan dengan kepercayaan dan
tindakan.
Foto koleksi Penulis Blog
Tujuan Etika Bisnis Konstruksi
Tujuan tersebut meliputi 2 aspek, antara lain Perkembangan moral dan Otonomi moral.
Perkembangan
Moral
Menurut Kohlberg
(1927-1928), ada 6 tahapan dalam perkembangan nilai moral. Setiap tahapan
mencerminkan tingkatan moral seseorang. Setiap tahapan meliputi dua tahap.
1. Tingkat Prakonvensional
Pada tahapan ini manusia mengakui adanya aturan
budaya/Culture dan ungkapan budaya,
baik buruk, benar serta salah. Penilaian ini berdasarkan faktor lahiriah saja.
Untuk tahapan ini adanya orientasi hukuman dan kepatuhan serta orientasi
relativis-instrumental.
2. Tingkat Konvensional
Untuk tahapan ini, manusia hanya memiliki harapan
kepada keluarga, suatu kelompok atau bahkan untuk negaranya, yang merupakan
pandangan bahwa ini sebagai sesuatu hal yang berharga bagi dirinya. Ada 2
tahapan ini yaitu orientasi kesepakatan antarpribadi serta orientasi hukum dan
ketertiban.
3. Tingkat Pascakonvensional
Pada tingkatan ini terdapat suatu usaha yang jelas
untuk merumuskan suatu niai-nilai serta prinnsip yang muncul. Pada tahap
tingkatan ini terbebas dari otoritas
kelompok. Terdapat dua tingkatan tahap, antara lain Orientasi kontrak
sosial legalistis dan Orientasi prinsip etika universal.
Otonomi moral
Otonomi ini sebenarnya memiliki arti manusia menaati kewajibannya karena sesuatu hal yang bernilai dan menjadi bagian dari tanggung jawab manusia itu sendiri. Hanya manusia yang berotonomi moral yang tentu taat dan patuh pada hukum. Kaitannya dengan etika bisnis konstruksi ini ialah untuk memperkuat kesadaran para pelaku bisnis konstruksi di Indonesia, ini adalah upaya untuk meningkatkan otonomi moral pelaku bisnis tersebut.
Otonomi ini sebenarnya memiliki arti manusia menaati kewajibannya karena sesuatu hal yang bernilai dan menjadi bagian dari tanggung jawab manusia itu sendiri. Hanya manusia yang berotonomi moral yang tentu taat dan patuh pada hukum. Kaitannya dengan etika bisnis konstruksi ini ialah untuk memperkuat kesadaran para pelaku bisnis konstruksi di Indonesia, ini adalah upaya untuk meningkatkan otonomi moral pelaku bisnis tersebut.
Peningkatan
otonomi moral dapat diperoleh dengan cara melatih dan menyempurnakan
kemampuan/kreativitas para pelaku bisnis tersebut.
Menurut Martin
dan Schinzinger (1994), disebutkan bahwa ada beberapa keterampilan yang
memiliki hubungan dengan kemampuan/kreativitas, antara lain :
- Memiliki kemahiran dalam mengenali suatu permasalahan serta isu-isu moral di dalam bisnis konstruksi
- Memiliki keterampilan memahami, menjelaskan secara kritis dan mengkaji argumen yang berlawanan dari isu-isu moral
- Memiliki kemampuan dalam membentuk sudut pandangan yang konsisten serta komprehensif
- Memiliki keadaan yang imajinatif tentang berbagai respon alternatif terhadap isu-isu dan pemecahan kreatif atas kesulitan yang dihadapi
- Memiliki kepekaan terhadap kesulitan yang terjadi
- Peningkatan ketepatan dalam penggunaan bahasa etika yang lazim
- Meningkatnya penghargaan baik terhadap kemungkinan dalam pemecahan konflik moral serta perlunya toleransi perbedaan di kalangan orang-orang
- Pentingnya integrasi antara profesional dengan keyakinan
Pendapat mengenai Etika Bisnis Konstruksi
- Bisnis Konstruksi adalah Suatu persaingan
- Bisnis Konstruksi itu Asosial
- Bisnis Konstruksi campur moral akan tersingkir
- Bisnis Konstruksi mencari keuntungan belaka
- Bisnis Konstruksi hanya berkonsentrasi pada pekerjaan
- Bisnis Konstruksi itu memakan biaya
- Bisnis Konstruksi harus disertai kekuatan
- Bisnis Konstruksi memerlukan keterampilan khusus
- Bisnis Konstruksi itu tidak memiliki nurani
Dari berbagai
macam pendapat diatas, bisnis konstruksi dan etika adalah 2 hal yang tidak
dapat disatukan. Karena pertimbangan
dari moral dan etika tidaklah menguntungkan, maka etika dan bisnis konstruksi
harus dipisahkan.
Prinsip Etika Bisnis Konstruksi
Prinsip ini bertujuan supaya para
pelaku bisnis konstruksi yang menjalani bisnis ini sadar akan dimensi etisnya
kegiatan bisnis ini, serta supaya belajar bagaimana mempertimbangkan secara
etis dan ekonomis, dan mampu memasukkan pertimbangan etis dalam kebijaksanaan
perusahaan konstruksi tersebut.
Lima Prinsip Etika Bisnis
Konstruksi antara lain :
- Prinsip Sikap Baik
- Prinsip Otonomi
- Prinsip Kejujuran
- Prinsip Keadilan
- Prinsip Hormat terhadap diri sendiri
THE SECRET, sebuah esensi pengetahuan
Saya membagi sedikit interpretasi saya kepada Anda mengenai buku The Secret
Siapa yang tidak tahu buku dari karangan seorang Penulis
bernama Rhonda Byrne. Buku yang pernah dicetak pada tahun 2006 dan di terbitkan
oleh Beyond Words Publishing ini mampu menarik bagi pembaca yang penasaran apa
isi dan makna dari cerita The Secret.
Rhonda Byrne adalah seorang petualang, dia memiliki
multitalenta. Rhonda memiliki kemampuan sebagai pengarang, sebagai guru,
pembuat film, desainer dan penerbit buku The Secret untuk Dunia.
Rhonda menciptakan The Secret ini agar dapat menghadirkan
kebahagian bagi miliaran orang di dunia. The secret yang berarti rahasia.
Rahasia yang dapat memberikan apa pun yang Anda inginkan. Sebuah buku yang
berisi kata-kata rahasia dan juga kisah-kisah ajaib yang terjadi. Setiap lembar
demi lembar halaman yang mempelajari apa itu Rahasia, baik apa yang Anda
inginkan, siapa sesungguhnya diri Anda dan apa yang menanti Anda.
Apa yang Anda pikirkan untuk sekarang ini sebagai upaya dalam
penciptaan kehidupan masa depan Anda kelak. Manusia dapat berpikir, maka
manusia pula dapat mencipta. Apa yang
Anda fokuskan tentu akan muncul dalam hidup Anda. Anda dapat mengubah situasi
setiap peristiwa yang terjadi di dalam hidup Anda dengan cara sepenuhnya
mengubah cara berpikir Anda.
Setiap kehidupan manusia
tentunya menjadi sebuah perjuangan karena adanya Hukum Tarik Menarik.
Maka, yakinlah bahwa kebaikan akan mendatangkan kebaikan, begitu juga
sebaliknya.
Manusia adalah pencipta bagi dirinya, karena semua yang baik
lahir dari manusia itu sendiri.
Kamis, 04 April 2013
Romo Mangun Wijaya, sang Tokoh Humanis
oleh Ratih Dyah A, ST., MT
Romo Mangunwijaya
Siapa yang tak kenal dengan sosok Romo yang satu ini? Ia menjadi idola di kalangan masyarakat, baik para arsitek, sejarahwan, pemuka agama, dan tak lupa kalangan masyarakat miskin. Sesosok romo yang memiliki nama lengkap Yusuf Bilyarta Mangunwijaya, Pr. Pria kelahiran 6 Mei 1929, Ambarawa, Semarang. Namun, ia lebih populer disebut dengan nama "Romo Mangun". Romo Mangun adalah anak dari pasangan Yulianus Sumadi dan Serafin Kamdaniyah. Pendidikan pertama Romo jalani di HIS Fransiscus Xaverius, Muntilan-Magelang dari tahun 1936-1943. Lalu Romo melanjutkan pendidikannya di STM Jetis, Yogyakarta pada tahun 1943-1947 dan Sekolah Menengah Umum B-Santo Albertus, Malang pada tahun 1948-1951. Romo pun melanjutkan pendidikan Seminari Menengah Kota Baru, Yogyakarta dan Seminari Menengah Santo Petrus Kanisius di Mertoyudan, Magelang. Tak lupa Romo mengenyam kembali pendidikan arsitektur di ITB pada tahun 1959. Tak puas menimba ilmu ia kemudian melanjutkan ke Rheinisch Westfaelische Technische Hochschule, Aachen, di Jerman pada tahun 1960.
Romo Mangun dikenal sebagai rohaniwan, budayawan, arsitek, penulis, aktivis dan pembela masyarakat miskin/kecil. Romo gigih dalam memperjuangkan kemanusiaan. Ia menuangkannya dalam kata-kata berupa tulisan dalam artikel, dan terkadang ia melakukannya dalam tindakan praksis melalui pembelaannya pada kaum lemah miskin, tertindas. Romo mangun juga mengeluarkan beberapa buku, salah satunya adalah buku berjudul 'Impian dari Yogyakarta'.
Bukti sikap Humanisnya terlihat saat Romo membela masyarakat miskin di Bantaran Sungai Code, Yogyakarta. Dalam pelaksanaan proyek sungai code, program tribina yang lebih diarahkan kepada pembentukan Kampung Kolektif yaitu Komunitasnya, bukan individu-individu. Terbukti dari berbagai karya arsitekturnya hampir semua bangunan yang Romo Mangun design berfungsi untuk kepentingan masyarakat. Beberapa karya arsitekturnya menonjolkan kekuatan sosial budaya dan lokalitas sebagai akar proses berdesain. Beberapa karya arsitektural Romo Mangun antara lain Komplek Sendang Sono, Gedung Keuskupan Agung Semarang, Gedung Bentara Budaya Jakarta, Gereja Katolik jetis Yogyakarta. Penataan Kali Code Yogyakarta yang dilakukan oleh sang Romo mendapatkan Award, yaitu The Aga Khan Award for Architecture (1992). Dan selang 3 tahun, sang Romo mendapatkan penghargaan dari Stockholm, Swedia yaitu The Ruth and Ralph Erskine Fellowship Award pada kategori arsitektur demi rakyat yang tak diperhatikan.
Visi hidup seorang Romo Mangun yang terbangun dari pengalaman yang mengubahkan. Romo Mangun mengalami dua kali repture yaitu di bidang Agama dan Kesadaran Kolektif. Pengalaman-pengalaman otentik serta makna refleksi kembali yang Romo dalami membawa Romo hidup dengan kaum miskin. Romo mendampingi mereka membuat sesuatu untuk memajukan hidupnya. Realita yang seperti itu membuat sang Romo memperbaiki pembangunan total manusia dengan membawa dua misi kebudayaan, yaitu yang pertama adalah penyadaran penduduk kampung code (khusus) dan masyarakat luas (umum) dan yang kedua memberikan dirinya sebagai contoh.
Sebagian informasi dikutip melalui Buletin Sosiologi, Urban Problems : Mangunwijaya "membangun tanpa menggurui', Edisi Juli 2008.
Adanya Manajemen Sampah di Perumahan
Oleh Ratih Dyah Annissa, ST., MT
Sumber Foto : Koleksi Penulis Blog
Entah
apa yang ada di benak Anda saat di samping kiri, kanan, depan atau bahkan
belakang rumah Anda ada begitu banyak sampah berserakan. Sampah-sampah yang
berserakan bisa berasal dari daun-daun yang rontok, sampah plastik, sampah
sisa-sisa makanan atau bahkan sampah kertas koran. Sampah tidak bisa lepas dari
aktivitas manusia, dimanapun dan kapanpun Anda akan selalu bertemu dengan
Sampah.
Bayangkanlah bila Anda melewati pos-pos
Sampah, ada beberapa sampah-sampah yang dibiarkan menumpuk bahkan mengeluarkan
aroma tidak sedap yang menyengat hidung membuat siapa saja enggan melewati pos
sampah tersebut. Mungkin, sebagian dari Anda yang lewat pasti akan menutup
hidung hingga tidak mau menatap banyaknya sampah-sampah yang berceceran hingga
keluar dari batas area pos sampah tersebut.
Jika sampah-sampah tersebut tidak
diatur, tidak tertata rapi dan tidak pula dibuang dengan cara yang benar, maka
tentu saja akan mengganggu kehidupan manusia sehari-hari. Beberapa sampah yang
berguna adalah sampah-sampah biologis, sampah kertas dan sampah plastik. Ketiga
jenis sampah yang tentu berbeda dengan sampah basah dan sampah kering. Coba
bila Anda bayangkan di sekitar rumah Anda tersedia fasilitas sampah. Misalnya
adanya manajemen sampah di rumah Anda, tentunya akan banyak membantu dalam
menjaga kebersihan dilingkungan rumah Anda juga
sekitarnya.
Jenis sampah kertas tidak menimbulkan
bau, hanya saja tumpukan kertas ini akan menumpuk di rumah warga. Sampah kertas
memang tidak bisa saja diabaikan oleh warga perumahan, terkadang warga ada yang mendaur
ulang kertas-kertas ini atau menjualnya kepada pengepul koran bekas. Lalu bagaimana dengan sampah Plastik?
Plastik adalah sejenis sampah yang tentu
membutuhkan waktu lama dalam proses penghancurannya. Plastik tidak
muncul secara alamiah, namun plastik tentunya buatan pabrik. Plastik terbuat
dari bahan kimia yang banyak dijumpai dalam minyak, meskipun ada yang berasal
dari kayu, batu bara dan gas alam. Jenis bahan umum plastik antara lain adalah
polithene, polistirene, PVC dan nilon.
Jenis plastik pun bermacam-macam,
seperti plastik ringan, plastik keras, plastik yang lembek dan melar, ada juga
plastik tembus pandang. Sampah plastik yang dikumpulkan warga di Bank Sampah
ini kebanyakan adalah sampah rumah tangga (sampah botol plastik minuman, sampah
botol deterjen, dan lain-lain) dan sampah sisa-sisa plastik makanan.
Sampah-sampah plastik dikumpulkan warga untuk dikumpulkan kepada pengepul
sampah plastik lalu kemudian didaur ulang menjadi barang jadi, seperti tas daur
ulang.
Sudah saatnya kita yang berperan di lingkungan sekitar kita, AYO, kita bersama-sama mengelola sampah-sampah yang ada di sekitar kita. Tujuan supaya lingkungan yang ada disekitar kita bersih, nyaman dan sehat untuk ditinggali.
Sayangilah lingkungan yang ada disekitar Anda.
Sayangilah lingkungan yang ada disekitar Anda.
Hasil tulisan merupakan karya tulis artikel Penulis Blog untuk Majalah
Selasa, 26 Februari 2013
Semangat Dalam Menyelesaikan Tesis Strata Dua
Oleh : Ratih Dyah Annissa Perwitasari Sayekti, S.T., M.T
Dear Blog,
saya ingin berbagi pengalaman saya dalam menyelesaikan studi 1,4 bln saya di Pascasarjana UAJY.
Awalnya saya belum bisa menentukan apakah saya akan mengambil topik penelitian Psikologi Arsitektur ini di Lokus Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan atau mengambil topik riset kuliah PPAK (kuliah strata satu) di Lokus dekat Jalan Malioboro. Berhari-hari saya merenung dan berpikir, apakah topik tersebut sekiranya cocok untuk di jadikan Proposal Tesis ?
Untuk kesekian kalinya saya riset dan survey berhari-hari di dua Lokus yang berbeda tersebut. Saya mencoba melakukan study apakah sudah cocok atau masih kurang dalam memperoleh data-datanya. Saya sudah tidak meragu lagi untuk yang satu ini, saya memilih Lokus pertama. Mengapa ?
Ada beberapa pertimbangan dalam menentukan lokasi tersebut, antara lain :
1. Surat ijin penelitian dari Universitas terkait
Surat ijin ini sangatlah penting dalam membantu saya dalam melakukan proses perijinan di berbagai instansi Pemerintah dan Dinas-dinas terkait, baik Kecamatan dan Kantor Kalurahan. Bisa disebut Surat "Ajaib" lah, teman-teman. Kalau ada koneksi orang dalam juga turut membantu untuk mempercepat proses perijinan. Tapi karena saya tidak memiliki koneksi, alhasil, sabarlah dalam melakukan proses-proses perijinan yang membuat kita terkadang harus bolak-balik, namanya juga sesuai dengan prosedural. Jangan lupa untuk di buatkan copyan surat ijin penelitian dan cap dari Universitas/Instansi terkait, berguna bagi halaman lampiran Tesis nantinya.
2. Menunggu Data dan Orang Penting
Data-data penelitian, baik data primer dan data sekunder. Data primer adalah data-data yang kita peroleh dan kita olah di lapangan, sedangkan data Sekunder adalah data-data berupa data angka, data pustaka, data -data instansi pemerintah yang tentunya ada kaitan dengan topik riset tesis kita. Ternyata untuk memperoleh beberapa data penunjang memang tidaklah mudah. Faktor cuaca ekstrim, panas dan hujan tiba-tiba memang membuat galau hati para Researchers, haha. . Biasanya kalimat dihati itu, " yah, hujan..aduh panas bgt sih, lama bangetttt.....bolak-balik lagi, , " Kalimat-kalimat yang super galau deh. Lalu kemudian orang penting disini yang dimaksud adalah orang-orang yang berhubungan dengan riset kita, misal staf dinas terkait atau staf kelurahan, dukuh, dan lain sebagainya. Untuk memperoleh data riset dengan mudah, intinya hanya SABAR, Sabar dan sabar. Just do it. Pasang muka senyum walaupun kita lama menunggu. Sikap semacam ini sebagai bentuk melatih kesabaran kita.
3. Olah Data
Olah data di Lapangan adalah salah satu cara supaya saat para responden/sampel yang kita jadikan penelitian ini lengkap tanpa suatu kekurangan nantinya. Tak lupa, apabila saat wawancara bubuhkan juga pada kuisioner yang dilihat, tambahan catatan dari tanya jawab responden dengan peneliti di lapangan. Dan bila kemampuan olah data dalam menggunakan program SPSS masih kurang, kita masih bisa menggunakan MS.Excel.
4. Metode Penelitian
Ada begitu banyak referensi pustaka yang berhubungan dengan Metode Penelitian, baik Kualitatif, Kuantitaif atau keduanya. Cek, cek dan cek apakah Metode Penelitian yang digunakan sudah tepat dan sesuai dengan Tema Tesis/riset yang diambil. Apabila referensi pustaka yang ada diPerpustakaan Kampus masih belum lengkap, cobalah Anda cari di Perpustakaan Samsat kota Yogyakarta. Bisa jadi referensi pustaka tersebut ada, atau carilah pustaka tersebut di Perpustakaan Universitas di Yogya/sekitar Yogya. "Demi Tesis, akan saya lakukan apa saja .." Tanamkan itu dalam benak kita sehari-hari. Insyaallah, di mudahkan usaha dan jalan Anda dalam menyelesaikan Tugas Akhir Anda. Cobalah.
5. Semangat
Kata 'semangat' selalu ada di tiap langkah saya dalam menempuh Tesis saya ini. Tak pernah lupa, saya selalu menyemangati diri saya dan melihat kembali apa yang telah selama ini saya peroleh, adalah hal yang sangat Mujarab. Ini seperti sebuah suntikan semangat, sebuah aliran semangat baru yang tentunya tak lupa doa dan dukungan dari orang-orang terdekat.
Kelima point yang sudah saya utarakan melalui blog saya ini, tentunya di harapkan bisa dijadikan referensi Anda yang sedang melanjutkan Prodi Strata 2 atau yang akan menyelesaikan Tugas Akhir Anda dengan sukses.
Selamat Mencoba.
Dear Blog,
saya ingin berbagi pengalaman saya dalam menyelesaikan studi 1,4 bln saya di Pascasarjana UAJY.
Awalnya saya belum bisa menentukan apakah saya akan mengambil topik penelitian Psikologi Arsitektur ini di Lokus Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan atau mengambil topik riset kuliah PPAK (kuliah strata satu) di Lokus dekat Jalan Malioboro. Berhari-hari saya merenung dan berpikir, apakah topik tersebut sekiranya cocok untuk di jadikan Proposal Tesis ?
Untuk kesekian kalinya saya riset dan survey berhari-hari di dua Lokus yang berbeda tersebut. Saya mencoba melakukan study apakah sudah cocok atau masih kurang dalam memperoleh data-datanya. Saya sudah tidak meragu lagi untuk yang satu ini, saya memilih Lokus pertama. Mengapa ?
Ada beberapa pertimbangan dalam menentukan lokasi tersebut, antara lain :
1. Surat ijin penelitian dari Universitas terkait
Surat ijin ini sangatlah penting dalam membantu saya dalam melakukan proses perijinan di berbagai instansi Pemerintah dan Dinas-dinas terkait, baik Kecamatan dan Kantor Kalurahan. Bisa disebut Surat "Ajaib" lah, teman-teman. Kalau ada koneksi orang dalam juga turut membantu untuk mempercepat proses perijinan. Tapi karena saya tidak memiliki koneksi, alhasil, sabarlah dalam melakukan proses-proses perijinan yang membuat kita terkadang harus bolak-balik, namanya juga sesuai dengan prosedural. Jangan lupa untuk di buatkan copyan surat ijin penelitian dan cap dari Universitas/Instansi terkait, berguna bagi halaman lampiran Tesis nantinya.
2. Menunggu Data dan Orang Penting
Data-data penelitian, baik data primer dan data sekunder. Data primer adalah data-data yang kita peroleh dan kita olah di lapangan, sedangkan data Sekunder adalah data-data berupa data angka, data pustaka, data -data instansi pemerintah yang tentunya ada kaitan dengan topik riset tesis kita. Ternyata untuk memperoleh beberapa data penunjang memang tidaklah mudah. Faktor cuaca ekstrim, panas dan hujan tiba-tiba memang membuat galau hati para Researchers, haha. . Biasanya kalimat dihati itu, " yah, hujan..aduh panas bgt sih, lama bangetttt.....bolak-balik lagi, , " Kalimat-kalimat yang super galau deh. Lalu kemudian orang penting disini yang dimaksud adalah orang-orang yang berhubungan dengan riset kita, misal staf dinas terkait atau staf kelurahan, dukuh, dan lain sebagainya. Untuk memperoleh data riset dengan mudah, intinya hanya SABAR, Sabar dan sabar. Just do it. Pasang muka senyum walaupun kita lama menunggu. Sikap semacam ini sebagai bentuk melatih kesabaran kita.
3. Olah Data
Olah data di Lapangan adalah salah satu cara supaya saat para responden/sampel yang kita jadikan penelitian ini lengkap tanpa suatu kekurangan nantinya. Tak lupa, apabila saat wawancara bubuhkan juga pada kuisioner yang dilihat, tambahan catatan dari tanya jawab responden dengan peneliti di lapangan. Dan bila kemampuan olah data dalam menggunakan program SPSS masih kurang, kita masih bisa menggunakan MS.Excel.
4. Metode Penelitian
Ada begitu banyak referensi pustaka yang berhubungan dengan Metode Penelitian, baik Kualitatif, Kuantitaif atau keduanya. Cek, cek dan cek apakah Metode Penelitian yang digunakan sudah tepat dan sesuai dengan Tema Tesis/riset yang diambil. Apabila referensi pustaka yang ada diPerpustakaan Kampus masih belum lengkap, cobalah Anda cari di Perpustakaan Samsat kota Yogyakarta. Bisa jadi referensi pustaka tersebut ada, atau carilah pustaka tersebut di Perpustakaan Universitas di Yogya/sekitar Yogya. "Demi Tesis, akan saya lakukan apa saja .." Tanamkan itu dalam benak kita sehari-hari. Insyaallah, di mudahkan usaha dan jalan Anda dalam menyelesaikan Tugas Akhir Anda. Cobalah.
5. Semangat
Kata 'semangat' selalu ada di tiap langkah saya dalam menempuh Tesis saya ini. Tak pernah lupa, saya selalu menyemangati diri saya dan melihat kembali apa yang telah selama ini saya peroleh, adalah hal yang sangat Mujarab. Ini seperti sebuah suntikan semangat, sebuah aliran semangat baru yang tentunya tak lupa doa dan dukungan dari orang-orang terdekat.
Kelima point yang sudah saya utarakan melalui blog saya ini, tentunya di harapkan bisa dijadikan referensi Anda yang sedang melanjutkan Prodi Strata 2 atau yang akan menyelesaikan Tugas Akhir Anda dengan sukses.
Selamat Mencoba.
“ ASAL-USUL SEJARAH ORANG TIONGHOA “
Asal-usul
sejarah
Sebelum
kedatangan orang-orang Portugis di Indonesia pada tahun 1511, Orang Tionghoa
lebih dulu berlayar dari Tiongkok
Selatan ke Pulau Jawa. Menurut Peter Carey (1985: p.86), mengatakan bahwa awal
abad ke -14 telah ada pemukiman koloni orang-orang Tionghoa di pinggir pantai Pulau
Jawa. Kedatangan orang Tionghoa di Pantai Timur Laut Jawa Tengah adalah awal
pusat perdagangan di Asia Tenggara, salah satunya adalah Indonesia.
Pedagang-pedagang Tionghoa membawa porselen dan sutra untuk kemudian ditukar
dengan bahan makanan mentah, berupa beras dan hasil pertanian lainnya. Pecinan adalah sebutan bagi pemukiman
orang Tionghoa.
Seiring berjalannya waktu hingga
pada abad ke 15, penyebaran agama Islam dilakukan oleh pedagang Pribumi dan
Raden Patah mulai mendirikan kerajaan Kesultanannya. Hingga tahun 1595-1596,
orang Belanda berlayar melewati Semenanjung Harapan di Afrika Selatan, dengan
membeli rempah-rempah dan membawa hasil rempah tersebut ke negara Eropa. Lalu
kemudian orang Belanda mendirikan VOC (Vereenigde
Oost-Indische Compagnie) pada tahun 1602
di Ambon, dengan meluasnya area jajahan yang dikuasai oleh Belanda, maka
diputuskanlah kota Jayakarta (sekarang Jakarta) menjadi Markas Batavia.
Awal abad ke 19, VOC bangkrut,
sebagai gantinya Belanda mendirikan Pemerintahan Hindia-Belanda dengan ibukota
Batavia. Tahun 1740, Pemerintah Belanda melakukan larangan bagi para Imigran
Tiongkok untuk datang ke Indonesia, dan merekka segera dideportasikan ke Ceylon
dan Semenanjung Harapan. Orang-orang
Tionghoayang datang ke Indonesia melalui Tiongkok Selatan ke Pulau Jawa, adalah
orang-orang yang tidak puas karena Rezim Ching dari Dinasti Manchu. Akibat
buruknya perlakuaan tentara Belanda terhadap kaum Tionghoa kala itu,
mereka pun pindah ke wilayah Timur Laut
Jawa Tengah.
Menurut Raffles (1988: p.62), dikatakan bahwa pada awal
abad ke 19, populasi orang Tionghoa di TimurLaut Jawa Tengah tidak melebihi
4.819 jiwa yang tersebar di delapan kabupaten.
Jumlah ini sama dengan 0,98% dari populasi penduduk keseluruhan. Dan
menurut G. William Skinner (1979: p.7),
di delapan kabupaten ini terdapat sebelas pecinan. Hampir semua orang Tionghoa
pada waktu itu adalah kelompok Hokkien yang datang dari Provinsi Fukien.
Persaingan perdagangan juga mulai memanas, mana kala
pihak Belanda menjadi pihak golongan kelas atas, orang Tionghoa golongan kelas
menengah bawah dan Orang Pribumi menempati kelas menengah bawah. Hal inilah
yang memicu persaingan antar Orang Pribumi dengan Orang Tionghoa yang
menjadikan Belanda sebagai mitra dalam perdagangan Candu. Muncullah kerusuhan
anti Tionghoa pada tahun 1912.
Keadaan mulai berubah mana kala Indonesia merdeka pada
tahun 1945, tepatnya pada tanggal 17 Agustus. Hal ini menimbulkan kebingungan
bagi para tentara Belanda yang tinggal di Indonesia, apakah mereka akan kembali
ke negara asal mereka, atau tetap tinggal di Indonesia menjadi warga negara.
Tentara Belanda memilih kembali ke Negara Belanda. Bangunan-bangunan kolonial
Belanda mulai diambil oleh Pihak Pemerintah Indonesia dan dipergunakan sebagai
bangunan kantor pemerintahan, bangunan militer, bangunan sekolah dan yang
lainnya dibiarkan kosong begitu saja.
Kondisi Orde Baru ini menguntungkan pihak Tionghoa yang
mengambil alih perdagangan pihak Belanda, termasuk perdagangan ekspor dan
impor, berasimilasi dengan kebudayaan penduduk Pribumi. Menurut Joel Kotkin
(1993: p.180) dikatakan dalam bukunya “Tribes, How Race and Relogion, and Identity
Determine Success in the New Global Economy” , bahwa pada awal tahun
1990-an jumlah ornag Tionghoa mencapai 5% dari jumlah penduduk Indonesia secara
keseluruhan. Tetapi jumlah yang kecil ini menguasai aset ekonomi nasional
sebesar 75% dan Pecinan selalu menjadi pusat kota dimana daerah perdagangan
berada.
Sumber Pustaka :
Carey, Peter. 1985. Orang
Jawa dan Masyarakat Cina. Jakarta : Pustaka Azet.
Kotkin, Joel. 1993. Tribes,
How Race and Relogion, and Identity Determine Success in
The New Global Economy. New York : Random
House.
Pratiwo. 2010. Arsitektur
Tradisional Tionghoa dan Perkembangan Kota. Yogyakarta :
Penerbit Ombak.
Raffles, Thomas Stanford. 1988. The History of Java. Singapore : Oxford University
Press.
Skinner, G. William. 1979. Golongan
Minoritas Tionghoa. Jakarta :
Leknas-LIPI dan
Yayasan Obor
Indonesia.
Sabtu, 11 Februari 2012
Ketidaknyamanan Dalam Wawancara
Apa yang saat kita alami apabila kita akan mewawancarai seseorang? Pikirkan.
Mungkin, salah satunya bau mulut? Bukan, bukan hal yang itu. Ini hal yang berbeda.
Ketahuilah banyak akan narasumber RISET yang akan Anda wawancarai, sebelum terlambat.
Pertama, Objek dan Subjek Wawancara. Pikirkan. FOKUS.
Kedua, back ground Narasumber. Ini Penting.
Ketiga, batasi wawancara Anda. Fokus pada proses wawancara. Jangan sampai masuk ke ranah pribadi Anda.
Keempat, jangan membawa Nama Keluarga, Anda berasal dari kalangan mana. Karena hal ini bisa dijadikan Narasumber untuk meminta uang pada Anda. So, WASPADA.
Kelima, jika Narasumber menyinggung soal Dana Sumbangan alias sogokan untuk materi. STOP.
Kelima, Katakan TIDAK saat itu juga pada Narasumber.
Keenam, Carilah Narasumber lain. Masih banyak Narasumber jujur, memiliki skill dan tanggung jawab serta tak lupa memiliki norma dan etika.
Mungkin, salah satunya bau mulut? Bukan, bukan hal yang itu. Ini hal yang berbeda.
Ketahuilah banyak akan narasumber RISET yang akan Anda wawancarai, sebelum terlambat.
Pertama, Objek dan Subjek Wawancara. Pikirkan. FOKUS.
Kedua, back ground Narasumber. Ini Penting.
Ketiga, batasi wawancara Anda. Fokus pada proses wawancara. Jangan sampai masuk ke ranah pribadi Anda.
Keempat, jangan membawa Nama Keluarga, Anda berasal dari kalangan mana. Karena hal ini bisa dijadikan Narasumber untuk meminta uang pada Anda. So, WASPADA.
Kelima, jika Narasumber menyinggung soal Dana Sumbangan alias sogokan untuk materi. STOP.
Kelima, Katakan TIDAK saat itu juga pada Narasumber.
Keenam, Carilah Narasumber lain. Masih banyak Narasumber jujur, memiliki skill dan tanggung jawab serta tak lupa memiliki norma dan etika.
Langganan:
Postingan (Atom)





